Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Dikeroyok 1 Lawan 4, Bharada E Kesal Keterangannya Disangkal Ferdy Sambo Cs, Ketua LPSK: Wajar Saja

Ketua LPSK Hasto Atmojo membeberkan kekesalan yang dirasakan Bharada E terhadap tersangka pembunuhan Brigadir J yang lain.

Tangkapan Layar YouTube KOMPASTV
Ketua LPSK Hasto Atmojo menerangkan emosi yang dirasakan Bharada Richard Eliezer alias Bharada E ketika rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J, Sabtu (3/9/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Bharada Richard Eliezer alias Bharada E rupanya sempat kesal pada empat tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir j yang lain.

Dilansir TribunWow.com, emosi tersebut muncul lantaran tersangka lain tak melakukan rekonstruksi kasus sesuai adegan asli.

Menanggapi hal ini, Ketua LPSK Hasto Atmojo mengatakan sudah memberi pengertian bahwa hal tersebut wajar terjadi dalam sebuah kasus.

Baca juga: Sampai Gemetaran, Bharada E Disebut Trauma Kembali ke TKP Pembunuhan Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo

Bharada E dikabarkan sempat gemetaran lantaran trauma ketika mendatangi kembali TKP pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta pada Selasa (30/8/2022).

Namun, kemudian rasa takut itu berganti dengan emosi setelah bertemu tersangka lain, yakni Ferdy Sambo, istrinya Putri Candrawathi, ajudannya Bripka Ricky Rizal, dan sopir Kuat Maruf.

Seolah dikeroyok, Bharada E mendapat penyangkalan dari tersangka lain ketika memeragakan reka ulang.

"Ada beberapa adegan yang sepertinya disangkal oleh tersangka yang lain, itu dia kesal," ungkap Hasto dikutip kanal YouTube KOMPASTV, Sabtu (3/9/2022).

Bharada Richard Eliezer alias Bharada E ketika melakukan reka ulang pembunuhan Brigadir J di TKP bekas rumah dinas Ferdy Sambo, Selasa (30/8/2022).
Bharada Richard Eliezer alias Bharada E ketika melakukan reka ulang pembunuhan Brigadir J di TKP bekas rumah dinas Ferdy Sambo, Selasa (30/8/2022). (YouTube Polri TV Radio)

Baca juga: Hasil Survei Sebut Ferdy Sambo Pantas Dihukum Mati, LSI: Masyarakat Percaya Itu Pembunuhan Berencana

Hasto menilai perbedaan persepsi tersebut adalah hal yang biasa karena setiap tersangka pasti akan berusaha melindungi dirinya sendiri.

"Tapi itu wajar saja, tersangka kan berhak menyangkal, itu yang kami jelaskan pada yang bersangkutan."

Ditanya siapa saja tersangka yang kontra pada penyataan Bharada E, Hasto hanya tersenyum.

"Semuanya," singkatnya.

Untuk kembali menenangkan Bharada E, Hasto dan jajarannya memberikan pemahaman.

Ia menekankan bahwa Bharada E sebagai justice collaborator, perlu konsisten dengan keterangannya.

Apalagi jika BAP tersebut nantinya mulai masuk ke pengadilan dan dijadikan pertimbangan oleh hakim.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved