Polisi Tembak Polisi
Berang Komnas HAM Getol Bela Putri Candrawathi, Pihak Brigadir J Tuntut Bukti Pelecehan
Pengacara dan keluarga besar mendiang Brigadir J mengkritik isu pelecehan Putri Candrawathi yang kembali diungkit Komnas HAM dan Komnas Perempuan.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Dugaan pelecehan Putri Candrawathi oleh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J kembali jadi sorotan.
Dilansir TribunWow.com, isu ini kembali mencuat setelah Komnas HAM dan Komnas Perempuan mendesak adanya penyelidikan.
Menanggapi hal ini, baik pengacara maupun keluarga besar Brigadir J memberikan respons keras dan meminta pembuktian.
Baca juga: Nilai Komnas HAM Kelewatan, Susno Duadji Kritik Pernyataan soal Dugaan PC Dilecehkan Brigadir J
Sebelumnya, komisioner Komnas HAM menyatakan adanya dugaan kuat pelecehan tersebut terjadi di Magelang, Jawa Tengah.
Sementara, Komnas Perempuan membeberkan kondisi istri Ferdy Sambo yang disebut trauma berat atas kejadian tersebut.
Menanggapi hal ini, anggota tim kuasa hukum Brigadir J, Eka Prasetya menegaskan bahwa kasus ini sudah ditutup penyidik.
Bahkan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri, sempat menyatakan bahwa pelecehan tersebut merupaka upaya untuk menghambat penyidikan.
"Barang itu 'kan sudah mati. Pelecehan seksual itu sudah mati. Bahkan Polri sendiri bilangnya peristiwa pelecehan seksual itu tidak ada," tegas Eka dikutip Tribunnews.com, Jumat (2/9/2022).

Baca juga: Dugaan Pelecehan oleh Brigadir J Kembali Muncul, Komnas Perempuan Sebut Putri Salahkan Diri Sendiri
Ia mempertanyakan maksud Komnas HAM kembali mengangkat isu tersebut dalam rekomendasinya.
Seolah curiga, Eka menuding lembaga tersebut cenderung terlalu getol untuk membela pelaku alih-alih berdiri di pihak korban.
Padahal, Putri selama ini telah berbohong pada publik terkait pelecehan yang awalnya disebut terjadi di rumah dinas Duren Tiga itu.
"Terus kenapa sekarang Komnas HAM mau memunculkan itu lagi untuk menciptakan sengkarut," ucap Eka.
"Kok getol banget ngebelain si PC yang tukang bohong?"
"Pelaku yang sudah nge-prank seluruh Indonesia, dan percaya lagi sama itu. Itu kan, aduh, menurut saya sudah saatnya untuk dievaluasi komisionernya."
Menurut Eka, permintaan Komnas HAM untuk diadakannya kembali penyidikan soal pelecehan merupakan bentuk intervensi terhadap Polri.