Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Salahkan Ukraina, Rusia Sebut Terjadi Serangan Bertepatan dengan Kunjungan Perwakilan PBB ke PLTN

Tiga warga sipil tewas dalam serangan yang disebut Rusia merupakan ulah Ukraina di Kota Energodar yang berada tak jauh dari PLTN.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
rt.com
Kondisi Kota Energodar, selatan Ukraina seusai terkena serangan, Rabu (31/8/2022). Menurut pemerintah Rusia, serangan dilakukan oleh tentara Ukraina. 

TRIBUNWOW.COM - Sebuah serangan terjadi di Kota Energodar, selatan Ukraina yang terletak dekat dengan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporzhzhia.

Serangan ini terjadi bertepatan dengan kunjungan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang merupakan wakil dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dikutip TribunWow dari RT, total ada tiga warga sipil yang tewas dalam serangan di Energodar.

Baca juga: Menhan Putin Kini Disebut Jadi Bahan Lelucon Para Tentara Rusia terkait Konflik di Ukraina

Pada foto dan video yang beredar di media sosial, serangan menyasar bangunan apartemen penduduk.

Tampak asap masih keluar dari bangunan tersebut dan puing-puing bekas serangan.

Rusia menyebut Ukraina bertanggung jawab atas serangan yang terjadi.

Aleksandr Volga selaku kepala pemerintahan Energodar yang ditempatkan oleh pemerintah Rusia menjelaskan sejumlah tentara Ukraina telah berada di sekitar Energodar.

Sementara itu Kementerian Pertahanan Rusia menyebut ada 60 tentara pasukan khusus Ukraina yang diam-diam menyeberang lewat jalur air untuk merebut kembali fasilitas nuklir di Zaporzhzhia.

Di sisi lain, Inspektur PBB telah tiba di kota Zaporizhzhia, Ukraina Selatan.

Dilansir TribunWow.com, Kamis (1/9/2022), tim tersebut memiliki misi untuk melindungi situs pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terbesar di Eropa.

Mereka akan berupaya mencegah kebocoran radiasi di tengah pertempuran yang berkecamuk di sekitarnya.

Baca juga: Badan Energi Atom PBB Tiba di PLTN Terbesar Ukraina, Bawa Misi Penting di Tengah Invasi Rusia

Seperti dilaporkan Al Jazeera, tim ini tiba pada hari Rabu (31/8/2022), setelah kepala IAEA Rafael Grossi, menuntut akses ke PLTN selama berbulan-bulan untuk misi masa perang yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Para pemimpin dunia juga menuntut agar pengawas PBB diizinkan untuk memeriksanya.

Sebagai informasi, kompleks ini telah diduduki oleh pasukan Rusia tetapi dijalankan oleh insinyur Ukraina sejak hari-hari awal perang enam bulan.

Dengan konvoi van dan SUV bertanda, PBB akhirnya tiba pada sore hari di kota Zaporizhzhia, masih sekitar 120 km (75 mil) dari pabrik jika melalui jalan darat.

Penampakan reaktor nuklir di Zaporizhzhia, Ukraina, Agustus 2022.
Penampakan reaktor nuklir di Zaporizhzhia, Ukraina, Agustus 2022. (bbc.com)
Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyRusiaPerserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)PBB
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved