Polisi Tembak Polisi
Grafolog Soroti Tanda Tangan Ferdy Sambo, Miliki Arti Punya Kecenderungan Seksual di Luar Norma
Ahli Grafologi Tessa Sugito mengupas karakter dan kepribadian Ferdy Sambo dari tulisan tangannya.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Ahli Grafologi Tessa Sugito membaca kepribadian Ferdy Sambo dari tulisan tangan dalam suratnya.
Dilansir TribunWow.com, terdapat sejumlah analisa yang muncul terkait karakter, pola pikir, hingga trauma di masa lalu dari Ferdy Sambo.
Pemegang Certified Handwriting Analyst itu juga menjelaskan adanya kecenderungan fantasi seksual yang berbeda dilihat dari tanda tangan Ferdy Sambo.
Baca juga: Seorang Polwan Menangis di Sidang Kode Etik Ferdy Sambo, Kompolnas: Suasana Tegang, Penuh Air Mata
Sebagai informasi, surat Ferdy Sambo itu ditulis sebagai permintaan maaf pada para senior dan kolega di Institusi Polri.
Surat ini ditulis setelah suami Putri Candrawathi itu tersandung kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang diotakinya.
Menurut Tessa, tulisan Ferdy Sambo bisa memperlihatkan kepribadiannya yang tegas, temperamental, namun juga cerdas.
Di sisi lain, dari tanda tangan yang dibubuhkan di akhir surat, Tessa justru melihat adanya simbolis lain yang merujuk pada fantasi seksual sang tersangka.
Pasalnya, ia melihat ada karakter menyerupai bentuk alat kelamin pria yang bisa menunjukkan spektrum pemikiran Ferdy Sambo.
"Grafologi itu selain menganalisis bentuk juga banyak simbol-simbol," ujar Tessa dilansir kanal YouTube KOMPASTV, Senin (29/8/2022).
"Dari tanda tangan beliau, bentuknya itu kita sebut phallus shape atau seperti alat kelamin pria."
"Karena simbolnya seperti itu biasanya penulisnya memiliki kecenderungan fantasi seksual yang lain dari biasanya, atau mungkin bisa dibilang di luar norma umum."

Baca juga: Penampilan Baru Putri Candrawathi Jadi Sorotan, Pakar Sebut Istri Ferdy Sambo Ketakutan
Menurut Tessa, tanda tangan merupakan jendela yang dibuat penulis untuk menunjukkan citranya.
Namun tanda tangan itu juga harus dibandingkan dengan tulisan penulis untuk dapat menghasilkan kesimpulan yang lebih pasti.
"Kalau tanda tangan itu kan bisa diartikan branding, pencitraan atau bisa dilihat sekilas dari penulisnya. Kita sebagai grafolog tentu harus tetap membandingkan dengan tulisan asli penulisnya untuk mengambil analisis lebih holistik," beber Tessa.
Selain bentuk, tanda tangan Ferdy Sambo juga disertai guratan garis di bawahnya.