Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Alasan Jokowi Beri Perhatian Khusus pada Kasus Pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo: Ini Penting

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan alasannya memberi perhatian khusus pada kasus pembunuhan Brigadir J.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
YouTube Sekretariat Presiden
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Pembukaan Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022, 14 Juni 2022. Terbaru, Jokowi beberkan alasan mengapa begitu memperhatikan kasus pembunuhan Brigadir J yang diduga kuat dilakukan oleh Ferdy Sambo, Rabu (18/8/2022). 

Kasus ini juga telah menyeret 35 petugas polisi dari berbagai divisi yang diduga melanggar kode etik.

Sejumlah pejabat Polri berpangkat tinggi ikut dicopot karena keterlibatannya,

Jokowi menilai hal ini adalah bentuk realisasi dari mandat yang diberikan agar Polri secara tegas membuka kasus ini tanpa ada yang ditutup-tutupi.

"Ya itu ketegasan Polri, kalau memang terlibat dan nanti di pengadilan terbukti ya itulah apa adanya kita sampaikan, tidak ada yang ditutup-tutupi," tandasnya.

Baca juga: Heran Aset Brigadir J Rp 62 Juta Beserta Rekeningnya Disita, sang Ayah: Mau Diapain Lagi?

Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke-01.50:

Citra Polri Dinilai Babak Belur

Kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dinilai telah menjatuhkan citra polisi RI di mata publik.

Dilansir TribunWow.com, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) bahkan tegas meminta polisi mengungkap insiden kematian Brigadir J ini.

Sekretaris Kabinet (Setkab) Indonesia Pramono Anung, mengingatkan kembali pesan Jokowi pada Kepala Polisi RI tersebut.

Baca juga: Pembunuhan Brigadir J Disaksikan Langsung Atasannya, Bharada E Tegaskan Tak Ada Baku Tembak

Ia mengatakan Jokowi secara khusus meminta Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo untuk turun langsung.

Semenjak adanya instruksi Presiden, Kapolri langsung membentuk Timsus yang kini sudah berhasil mengungkap 2 tersangka.

Menurut Pramono Anung, Jokowi juga memberi mandat agar indikasi penyembunyian fakta dalam kasus ini bisa dibuka secara terang.

"Kan arahan Presiden pada Kapolri. Presiden udah 3 kali menyampaikan dan penyampaiannya sudah sangat terbuka. 'Jangan ada yang ditutup-tutupi, buka apa adanya'. Itu kan arahan presiden," kata Pramono dikutip KOMPASTV, Senin (8/8/2022).

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Pembukaan Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022, 14 Juni 2022.
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Pembukaan Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022, 14 Juni 2022. (YouTube Sekretariat Presiden)

Baca juga: Keluarga Brigadir J Tanggapi Surat dari Bharada E, Terungkap Kondisi Memilukan sang Ibu

Dalam perkembangannya, kasus ini telah melibatkan lebih dari 25 polisi.

Bahkan sejumlah Jenderal dan Komisaris Besar diduga ikut andil dalam menutup-tutupi fakta kematian Brigadir J.

Menurut Pramono Anung, kasus ini telah berdampak pada penilaian publik pada Polri.

Bahkan, ia menyatakan citra Polri saat ini sedang babak belur dihantam pandangan negatif.

"Tentunya presiden mengharapkan ini bisa terselesaikan supaya citra Polri tidak babak belur seperti saat ini," tegas Pramono Anung. (TribunWow.com/Via)

Berita lain terkait

Tags:
JokowiBrigadir JFerdy SamboNofriansyah Yosua Hutabarat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved