Polisi Tembak Polisi
Ferdy Sambo Disebut Sempat Jambak Rambut Brigadir J, Berikut Kronologi Sesuai Pengakuan Bharada E
Eks pengacara Bharada Bharada E mengatakan Irjen Ferdy Sambo sempat melakukan kekerasan sebelum mengeksekusi Brigadir J.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Sehingga, yang langsung menyaksikan eksekusi hanyalah Bharada E, Ricky, dan Ferdy Sambo.
"(Putri) ada di dalam, cuma katanya di kamar dia, enggak di tempat kejadian."
Sebelum memerintahkan eksekusi, rupanya Ferdy Sambo diduga sempat melakukan kekerasan pada ajudannya tersebut.
"Katanya diapain dulu rambutnya gitu lalu diperintah Bharada E untuk menembak, 'Woy, tembak, tembak', gitu," ungkap Boerhanuddin.
Saat ditanya apakah yang dimaksud adalah Ferdy Sambo menjambak rambut Brigadir J, Boerhanuddin mengangguk.
"Iya (Ferdy Sambo jambak Brigadir J-red), terus proses selanjutnya dia (Bharada E) enggak cerita," pungkasnya.
Baca juga: Diminta Mundur Pejabat Polri hingga Dipuji Pengacara Brigadir J, Ini Fakta seputar Lawyer Bharada E
Lihat tayangan selengkapnya dari menit ke- 13.40:
Putri Candrawathi Menangis di Magelang
Richard Eliezer alias Bharada E ternyata sempat ditelepon oleh Putri Candrawathi (PC) ketika dirinya berada di Magelang, Jawa Tengah.
Pada saat itu PC yang merupakan istri dari mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menangis-nangis menelepon Bharada E.
Dikutip TribunWow dari Dua Sisi tvOne, informasi ini disampaikan oleh kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara.
Baca juga: Viral Foto Putri Candrawathi Pegang Tangan Brigadir J saat Pose, Ada Bripka RR yang Kini Tersangka
Deo menjelaskan, peristiwa yang membuat Irjen Sambo marah berada di Magelang.
"Di Magelang Ricky (Bripka RR) dan Richard itu diperintahkan untuk antar makanan anaknya Sambo ke sekolah Taruna Nusantara," ujar Deo.
Deo lalu bercerita sekira pukul 17.00 WIB, Bharada E ditelepon oleh PC.
"Richard itu Ricky di mana, tolong kemari sambil nangis-nangis," terang Deo.