Polisi Tembak Polisi
Kamaruddin Sebut Brigadir J Diduga Dibunuh karena Buka Rahasia Irjen Sambo ke PC, Ungkit Sosok Ini
Kuasa hukum Brigadir J yakni Kamaruddin Simanjuntak menyampaikan dugaan soal motif kliennya dibunuh oleh Irjen Sambo.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Lailatun Niqmah
"Inilah kenapa saya menyebut satu sindikat penegak hukum, karena terstruktur, sistematis."

Sebelumnya, anggota tim pengacara PC, Sarmauli Simangunsong, mengaku kliennya sudah diperiksa pihak kepolisian.
Pemeriksaan itu berlangsung sehari setelah insiden, yakni pada tanggal 9, 11, dan 21 Juli 2022.
"Ibu PC, adalah warga negara yang taat hukum serta mendukung sepenuhnya proses hukum yang berjalan. Ibu PC telah memberikan keterangan pada tanggal 9, tanggal 11, dan 21 Juli 2022," ujar Sarmauli.
"Dalam UU TPKS, keterangan saksi atau korban ditambah satu alat bukti lainnya sudah cukup untuk menetapkan status terlapor menjadi tersangka."
Raut Wajah Istri Irjen Ferdy Sambo
Pakar mikro ekspresi Kirdi Putra menganalisa wajah PC, istri Irjen Ferdy Sambo ketika hadir di Mako Brimob.
Dilansir TribunWow.com, Kirdi menyoroti ekspresi PC yang masih menampakkan kesedihan dan trauma.
Namun ia belum bisa memastikan penyebab yang mungkin menyebabkan ketidakstabilan emosi PC tersebut.
Baca juga: Nangis Menyesal saat Mengaku Bunuh Brigadir J, Bharada E Langsung Habiskan Waktu Lama untuk Berdoa
Dilansir dari kanal YouTube tvOneNews, Senin (8/8/2022), Kirdi Putra menilai ada gestur yang jelas dari wajah PC.
Dari kerutan kening hingga tarikan alis, terlihat bahwa PC sedang menderita tekanan batin.
"Kalau kita bicara dengan data yang ada, paling tidak 25 persen wajah bagian atas, tarikan alis ke arah bawah, kerutan di kening itu menandakan bahwa dia sedang mengalami perasaan yang sedih," kata Kirdi Putra.
Sementara itu, melalui perkataan yang diucapkan di depan awak media, PC menunjukkan kopndisi syok.
"Dan dengan kata-kata yang shaky, bergetar menjelang akhir, itu adalah kondisi yang syok."
Jika pelecehan yang diduga dilakukan Brigadir J dianggap benar terjadi, maka kondisi PC memang masih belum stabil.
Ia dinilai belum bisa memberikan pernyataan melihat keadaan yang terguncang seperti itu.
"Kalau ini dianggap sebuah hal yang tepat, dalam lingkaran terbatas fakta yang ada, kita lihat dari sisi humanistik dan jika ini (pelecehan-red) dianggap benar, maka keadaan Bu PC saat ini belum dalam kondisi yang bisa memberikan pernyataan," ucap Kirdi Putra.
Namun kembali Kirdi Putra menekankan bahwa penyebab trauma yang dialami PC belum bisa dipastikan.
"Tetapi yang perlu didalami lagi adalah kalau dia trauma, traumanya ini kenapa? Apakah trauma karena kejadiannya? Trauma karena mengalami tekanan dari media, atau dari pihak-pihak lain," pungkasnya. (TribunWow.com/Anung/Via)