Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Buka-bukaan soal Perang Informasi, Staf Zelensky Sebut Ukraina Perangi Rusia secara Kreatif

Seluruh komentar pejabat publik Ukraina terkait konflik melawan Rusia adalah bagian dari perang informasi yang dilakukan pemerintah Zelensky.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
YouTube BBC NEWS
Kondisi tempat persembunyian tentara Ukraina yang berada di garis depan di Kharkiv. Seluruh komentar pejabat publik Ukraina terkait konflik melawan Rusia adalah bagian dari perang informasi yang dilakukan pemerintah Zelensky. 

CBS juga menuliskan pesan bahwa AS telah turun langsung mengirimkan pejabat militernya ke Kiev untuk memonitor pengiriman senjata.

Terkait permintaan maaf ini, Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba menuding CBS telah menghasut dan menyebarkan informasi salah kepada para audiens yang menyebabkan rusaknya kepercayaan negara-negara lain ke Ukraina terkait pengiriman bantuan senjata.

"Harus ada penyelidikan internal tentang siapa yang memperbolehkan (penulisan laporan) ini dan mengapa," tegur Kuleba ke CBS.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat berbincang dengan Presiden Guinea-Bissau Umaro Sissoco Embalo, Kamis (4/8/2022).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat berbincang dengan Presiden Guinea-Bissau Umaro Sissoco Embalo, Kamis (4/8/2022). (Instagram/@zelenskiy_official)

Baca juga: Sempat Laporkan Taktik Perang Ukraina Manfaatkan Warga Sipil, NGO Amnesty Kini Minta Maaf

Sebelumnya CBS melaporkan hanya 30 persen bantuan senjata dari negara barat yang benar-benar sampai ke tangan pasukan militer Ukraina.

Temuan ini disampaikan oleh Jonas Ohman selaku pengurus organisasi asal Lithuania yang menyuplai perlengkapan militer ke Ukraina.

Dikutip TribunWow dari rt, Ohman menjelaskan bahwa mengurus bantuan senjata turut dipengaruhi oleh oligarki dan politisi.

Baca juga: Pengeboman PLTN Terbesar Eropa di Ukraina, PBB Turun Tangan Beri Peringatan: Risiko Bencana Nuklir

"Semua barang (bantuan militer) ini melintasi perbatasan, dan kemudian sesuatu terjadi, hanya 30 persen darinya mencapai tujuan akhirnya," ujar Ohman.

Donatella Rovera selaku penasihat senior dalam Amnesty Internasional mengaku tidak tahu ke mana bantuan senjata yang lain berakhir.

"Hal yang benar-benar mengkhawatirkan adalah beberapa negara yang mengirim senjata tampaknya tidak berpikir bahwa itu adalah tanggung jawab mereka untuk menerapkan mekanisme pengawasan yang sangat kuat," kata Rovera.

Di sisi lain, penasihat Menteri Pertahanan Ukraina yakni Yuri Sak menyatakan Ukriana selalu melacak seluruh bantuan senjata yang tiba di Ukraina.

Yuri bahkan menuding informasi terkait kejelasan bantuan senjata dari negara barat ke Ukraina bisa jadi hanyalah taktik perang informasi yang digunakan oleh Rusia supaya negara-negara lain ragu mengirimkan bantuan.

Sejak Februari, AS telah menyetujui untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp 806 triliun untuk membantu Ukraina.

Sementara itu Inggris memberikan bantuan sebesar Rp 44 triliun khusus untuk senjata dan perlengkapan militer.

Sedangkan Uni Eropa telah memberikan bantuan senilai Rp 37 triliun untuk membantu persenjataan pasukan militer Ukraina.

Baca juga: Ukraina Tak Terima Disebut Bahayakan Warga Sipil, NGO Amnesty Jawab Balik Sindiran Zelensky

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov telah membantah kemungkinan penyelundupan senjata yang dikirim oleh Barat.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/4
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved