Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Presiden Ukraina Ingin Warga Rusia Dilarang Pergi ke Negara Lain agar Mereka Sadar Salah Pilih Putin

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ingin mengajak seluruh negara di dunia melarang datangnya warga Rusia ke negara mereka.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
YouTube The Independent
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu dengan aktris Amerika Serikat (AS) Jessica Chastain di Kyiv/Kiev. 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berpendapat sanksi yang diberikan oleh beberapa negara kepada Rusia masih lemah.

Volodymyr Zelensky merasa rakyat Rusia harus diajak ikut bertanggung jawab atas kebijakan yang dibuat oleh Presiden Vladimir Putin.

Dikutip TribunWow dari rt, salah satu caranya adalah melarang warga Rusia berkunjung ke negara lain.

Baca juga: Dituduh Sebar Propaganda Rusia, Media AS Klarifikasi Laporan Skandal Bantuan Senjata di Ukraina

Pendapat ini disampaikan oleh Volodymyr Zelensky saat ia menjalani wawancara dengan media asal Amerika Serikat (AS) Washington Post pada Senin (8/8/2022).

Zelensky meyakini hanya dengan cara tersebut Rusia akan menyadari bahwa mengambil wilayah lain adalah hal yang salah.

"Rakyat (Rusia) memilih pemerintahan ini (Putin) dan mereka tidak berjuang untuk itu, tidak protes, tidak melawan," kata Zelensky.

Zelensky mengatakan dengan melarang rakyat Rusia pergi ke luar maka ada kemungkinan mereka akan memengaruhi Putin.

Sementara itu, di sebuah kota kecil di Rusia bernama Russko-Vysotskoye, pria bernama Dmitry Skurikhin seorang diri memprotes konflik yang terjadi di Ukraina.

Skurikhin menyuarakan protes terhadap perang dengan cara menulis menggunakan cat di tembok sebuah pusat perbelanjaan.

Bangunan pusat perbelanjaan tersebut diketahui dimiliki oleh Skurikhin.

Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, ada dua jenis tulisan dalam dinding tersebut.

Pada jenis tulisan pertama, terdapat dua buah kalimat berkuran besar bertuliskan 'Damai untuk Ukraina, Merdeka untuk Rusia.'

Di bawah dua tulisan tersebut, Skurikhin menuliskan beberapa kata kecil dengan warna merah menyala.

Kota-kota tersebut di antaranya adalah Mariupol, Bucha, Kherson, Chernihiv, dan banyak kota lainnya.

"Saya rasa ini adalah cara yang baik untuk menyampaikan informasi," ujar Skurikhin.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Tags:
UkrainaKonflik Rusia Vs UkrainaRusiaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved