Konflik Rusia Vs Ukraina
53 Tahanan Perang Tewas Korban Serangan Misil, AS Tuduh Rusia Rekayasa Bukti untuk Salahkan Ukraina
Rusia dituding merekayasa bukti serangan penjara di Olenivka untuk menyalahkan Ukraina atas tewasnya 53 tahanan perang.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Pada 27 Juli 2022 lalu, terjadi serangan misil di sebuah penjara yang ada di wilayah kekuasaan Rusia di Olenivka.
Dalam serangan ini total ada 53 tahanan perang warga Ukraina yang tewas.
Dikutip TribunWow.com dari theguardian, terkait insiden ini baik Rusia dan Ukraina saling menyalahkan satu sama lain.
Baca juga: Minta Tolong ke China, Zelensky Ingin Xi Jinping Desak Rusia Akhiri Perang di Ukraina
Ukraina mengklaim serangan tersebut adalah siasat yang telah dipersiapkan oleh Rusia dan dilakukan oleh kelompok tentara bayaran Wagner.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan itu dilakukan oleh pasukan militer Ukraina menggunakan senjata bantuan dari Amerika Serikat (AS).
Sementara itu pemerintah AS meyakini Rusia saat ini sedang sibuk menyiapkan bukti di Olenivka yang nantinya akan menjadikan Ukraina sebagai kambing hitam.
Berdasarkan analisis pejabat AS, pemerintah Rusia kemungkinan akan menyebar amunisi HIMARS di sektiar Olenivka sebagai bukti untuk menyalahkan Ukraina.
Rusia juga diperkirakan telah bersiap menghadapi investigator dan jurnalis independen yang cepat atau lambat akan memeroleh akses ke Olenivka.
Sementara itu, sejak terjadinya konflik antara Ukraina dan Rusia, AS berulang kali menegaskan tidak akan terlibat langsung dalam perang.
Namun AS sendiri getol memberikan bantuan kepada Ukraina, mulai dari mengirim senjata, perlengkapan militer hingga memberikan sanksi kepada Rusia.
Dikutip TribunWow.com dari skynews, baru-baru ini ditemukan bukti keterlibatan langsung AS dalam konflik di Ukraina.
Baca juga: Ini Cara Orang Desa di Rusia Lihat Konflik Ukraina, Kasihan Lihat Putin hingga Salahkan AS
Informasi ini disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Rusia.
Disebutkan mata-mata kiriman AS telah membantu Ukraina melakukan serangan misil ke Rusia.
Menurut Kemenhan Rusia, bukti ini diperkuat dengan pengakuan Vadym Skibitsky selaku Wakil Kepala Intelijen Militer Ukraina.
Sbkibitsky mengakui bahwa AS membantu Ukraina mengorganisir serangan misil menggunakan HIMARS.