Polisi Tembak Polisi
Kondisi Terkini Vera Kekasih Brigadir J Diungkap Kuasa Hukum, Disebut Sehat tapi Merasa Terancam
Kondisi terbaru kekasih Brigadir J, Vera Simanjuntak, diungkap oleh sang kuasa hukum. Disebut merasa terancam dan tak nyaman bertemu orang baru.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Inilah kondisi terkini dari Vera Simanjuntak kekasih mendiang Brigadir J atau Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Dilansir Tribunnews.com, hal ini diungkapkan kuasa hukum Vera Simanjuntak yakni Ramos Hutabarat.
Menurut Ramos, Vera Simanjuntak saat ini sehat namun merasa terancam.
Baca juga: Brigadir J Todong Foto Irjen Sambo dan Pakai Parfum Istri sang Jenderal, Kuasa Hukum Yosua Heran
Vera Simanjuntak disebut juga tak nyaman bertemu dengan orang baru.
Bahkan, Vera Simanjuntak, sempat dikabarkan mengalami ketakutan hingga tertekan.
Ia juga mundur dari pekerjaannya sebagai bidan di Merangin, Jambi.
Vera ternyata juga sempat mempertimbangkan untuk meminta perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Keinginan tersebut kemudian diurungkan karena sejumlah pertimbangan termasuk soal skema perlindungan.
Mengutip dari Tribun Jambi, pertimbangan terbesar yakni soal komunikasi Vera dan keluarga yang akan terputus saat kekasih Brigadir J tersebut dalam perlindungan LPSK.
"Ketika diamankan LPSK, semua pihak termasuk keluarga tidak bisa menghubungi dulu. Itu yang menjadi pertimbangannya," kata kuasa hukum Vera Simanjuntak, Ramos Hutabarat, Senin (1/8/2022) sore.
Lebih lanjut, Ramos menyebut, Vera kini dalam kondisi sehat.
Namun Vera juga merasa terancam.
Ia juga tidak nyaman bertemu dengan orang baru.
"Merasa terancam itu ada. Tidak nyaman. Misalnya karena bertemu dengan orang yang belum dikenal, ada yang datang ke rumahnya untuk menemui dia. Jadi dia merasa tidak nyaman," katanya, mengutip Tribun Jambi.
Kini Vera berada dalam pengawasan keluarga.
Baca juga: Bukan Mustahil, Ini Kata Ahli Forensik soal 5 Peluru Timbulkan 7 Luka Tembak di Tubuh Brigadir J
Meski merasa terancam, Ramos menyebut tak ada ancaman serius sejauh ini.
Ketakutan Vera lebih menjadi setelah ia menjalani pemeriksaan di Polda Jambi beberapa waktu lalu.
Diberitakan sebelumnya, komunikasi terakhir Vera dengan Brigadir J terjadi beberapa menit sebelum Brigadir J dinyatakan tewas atau pada Jumat (8/7/2022) pukul 16.43 WIB.
Kini ponsel merek iPhone milik Vera disita tim penyidik guna kepentingan penyidikan.
Ponsel milik Vera tersebut akan diperiksa di laboratorium karena ada jejak komunikasi dengan Brigadir J.
Mengutip Kompas.com, Brigadir J sempat mencurahkan isi hatinya kepada Vera.
Brigadir J disebut bercerita bahwa ia sedang memiliki masalah hingga merasa terancam.
"Kalau tentang itu memang ada diceritakan. Sekitar seminggu sebelumnya ada pembicaraan yang mengarah ke sana," kata Ramos Hutabarat, pengacara Vera, Minggu (24/7/2022).
Jenazah Brigadir J diautopsi ulang pada Rabu (27/7/2022) oleh tim forensik gabungan guna kepentingan penyelidikan.
Proses autopsi ulang dilakukan di RSUD Sungai Bahar dengan penjagaan ketat personel Brimob Polda Jambi.
Jenazah Brigadir J kemudian dimakamkan kembali secara kedinasan di pemakaman d kawasan Sungai Bahar, Muaro Jambi, Jambi.
Baca juga: Kronologis Penembakan Brigadir J, Irjen Sambo Lari ke Rumah Dinas hingga CCTV Rekam PC Menangis
Sosok Vera Simanjuntak
Diberitakan sebelumnya, Inilah sosok Vera Simanjuntak, kekasih Brigadir J atau Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat yang dikutip dari Tribun Jambi:
1. Sosok Vera Simanjuntak di Mata Rekan Kerja
Vera diketahui bekerja di Puskesmas Tambang Emas Kecamatan Pamenang Selatan, Kabupaten Merangin Jambi.
Ia berstatus sebagai Tenaga Kerja Daerah (TKD) di puskesmas tersebut.
Di mata rekan kerja, Vera merupakan pribadi periang dan profesional dalam bekerja.
Vera juga merupakan pribadi yang cukup rajin dan periang serta humoris.
Terutama saat membaur bersama rekan sesama bidan di puskesmas tersebut.
Hal itu diungkapkan Kepala Ruangan Bersalin Puskesmas Tambang Emas, Santi Evina kepada Tribunjambi.com Selasa (27/7/2022).
Baca juga: Belum Bisa Bertemu Orang Lain, Kondisi Istri Irjen Ferdy Sambo Diungkap Kuasa Hukum dan Psikolog
Santi menuturkan, meski secara pribadi dirinya dan Vera tidak begitu memiliki kedekatan yang cukup dekat.
Hanya sebatas rekan kerja, namun jika dilihat dari kesehariannya Vera memiliki jiwa sosial yang cukup baik sama seperti rekan kerja lainnya, bahkan cenderung positif.
Namun memang sejak kejadian yang menimpa kekasihnya tersebut, sikap dan pribadi Vera sedikit mengalami perubahan dari yang biasanya ceria menjadi cenderung pendiam dan pemurung.
"Tanpa dijelaskan olehnya, kita sudah dapat merasakan betapa dalamnya kesedihan dan tekanan batin yang dirasakannya, " ujarnya.
Sebagai rekan kerja, atau atasan kepada bawahannya.
Dirinya tetap mencoba memberikan semangat kepada Vera agar dapat mampu melewati ujian hidup ini.
Untuk keseharian Vera memang cukup ceria, namun untuk persoalan pribadi rekan rekan sekantornya tidak begitu banyak tahu soal itu.
Dan vera juga tidak begitu terbuka soal urusan pribadi (tidak pernah curhat).
"Mungkin teman terdekatnya tahu lebih jauh soal itu, namun kalo dengan kita tidak sejauh itu, " ujarnya.
"Kita cuman tahu jika Vera itu memiliki pacar seorang polisi, dan kita tidak tahu tugas dimana dan siapa dia, hanya ke kepoan kita saja ditambah adanya heboh pemberitaan ini, " sambungnya.
Bahkan lanjutnya, pasca heboh kabar berita terkait kasus penembakan yang menimpa kekasihnya tersebut.
Vera keesokannya masih tetap masuk kerja menjalankan kewajibannya sebagai pegawai puskesmas.
"Meski raut kesedihan, dan wajah sembab serta mata merah begitu terlihat di wajahnya. Namun kita cukup mengerti saja tidak tega untuk bertanya tanya, " pungkasnya.
2. Alami Trauma Mendalam hingga Terpukul
Masih dari Tribun Jambi, orangtua Vera Simanjuntak menyebut kondisi sang anak berubah menjadi lebih pendiam dan trauma setelah kematian Brigadir J.
Orangtua Vera yang ingin dipanggil dengan sebutan ibu Gultom menuturkan, pasca kejadian tragis yang menimpa kekasih anak perempuan bungsunya tentu menjadi pukulan berat bagi Vera.
Lanjutnya, bukan waktu yang sebentar dua sejoli ini menjalin kedekatan (pacaran) sudah lebih delapan tahun.
Dengan adanya kejadian seperti ini tentu sangat membuat hati Vera terpukul.
"Bahkan sangking sedihnya jika mengenang kekasihnya, Vera kerap sekali menangis dalam merenung," ujarnya ketika disambangi di kediamannya di kawasan Bangko, Selasa (26/7/2022)
Jauh sebelum kejadian itu terjadi, Vera termasuk memiliki kepribadian yang ceria di mata keluarga dan teman temannya.
Namun setelah kejadian ini traumatik yang dirasakannya tidak dapat ditutupi.
Dikatakan ibu Gultom, Vera pertama kali mendapatkan kabar kekasihnya meninggal tersebut dari salah satu keluarga Brigadir J yang berada di medan.
"Dia mendapat kabar dari adik nomor Tiga brigadir J tidak lama setelah kejadian penembakan tersebut. Sontak vera langsung teriak dan histeris sehingga membuat seisi rumah terkejut, " jelasnya.
"Informasi yang kita terima malam itu bahwa J tadi ditembak, dalam hati masih merasa tidak percaya dengan kabar tersebut, " sambungnya.
Setelah peristiwa tersebut, Vera mulai terlihat sangat terpukul.
Masih merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi dan kesedihan yang sangat mendalam.
"Yang jelas saat ini Vera itu dalam kondisi trauma, dan membutuhkan ketenangan dulu, " tuturnya.
Saat ini Vera berpesan kepada ibunya, jika ada yang ingin meminta keterangan atau sebagainya dirinya mengarahkan untuk menghubungi langsung pengacaranya.
Mengingat saat ini dirinya sudah teramat pusing dengan kondisi dan keadaan.
3. Ingin Menikah dengan Brigadir J
Belakangan diketahui, Brigadir J ternyata sempat mengutarakan niatan untuk menikahi Vera Simanjuntak usai menjadi perwira.
Hal itu dikatakan Brigadir J kepada keluarga Vera jauh sebelum kejadian nahas tersebut terjadi.
"Omongan untuk menikah sudah pernah terucap dari Yosua, namun memang bukan dalam waktu dekat ini. Melainkan setelah ia menjadi perwira nanti, " ujar Ibu Gultom.
Dijelaskannya pula, namun untuk waktu dekat ini belum ada pembahasan serius terkait rencana pernikahan tersebut.
Vera sendiri merupakan anak bungsu dari empat bersaudara dan menjadi satu satunya anak perempuan yang belum menikah di keluarga ibu Gultom.
Meski menjadi anak bungsu dan satu satunya anak perempuan, di mata sang Ibu Vera merupakan sosok wanita yang rajin dan ceria.
"Dengan kondisi yang menimpa Vera saat ini, bisa dibayangkan bagaimana kondisi hatinya saat ini dan pastinya trauma, " ujarnya.
Pihak keluarga berharap, besok juga akan dilakukan autopsi pada Rabu (27/7/2022) di kediaman Brigadir Yosua.
Besar harapan pihak keluarga agar kasus ini dapat terbuka dan terang benderang.
Baca juga: Bharada E Terancam dan Minta Perlindungan, Penasihat Hukum Heran: Dari Siapa? Keluarga Brigadir J?
4. Sosok Brigadir J di Mata Keluarga Vera
Di mata Ibu Gultom, Brigadir J merupakan sosok yang polos dan lugu.
Dia sudah kenal sejak Brigadir Yosua masih dinas di Batalyon B Sat Brimob Polda Jambi di Kabupaten Merangin.
Saat menerima kabar bahwa Brigadir Yosua yang dikenal sangat baik, lugu dan polos tewas akibat baku tembak di kediaman atasanya, Ibu Gultom seakan tak percaya.
Pasalnya, berdasarkan keterangan Ibu Gultom, Brigadir Yosua merupakan pribadi yang baik.
"Waktu masih bertugas di Batalyon B Sat Brimob Polda Jambi di Kabupaten Merangin, J ini sering sekali bolak-balik main ke sini. Anaknya sangat baik dan polos, " ujar Ibu Gultom.
"Demi Tuhan ku saksikanlah kalau dia orang baik, sangat baik. Tetapi tidak tahulah kejahatan terjadi karena dirayu iblis, " sambungnya.
Diceritakannya pula, jika Brigadir J dan anaknya, Vera Simanjuntak ini sudah menjalin hubungan selama 8 tahun.
Dimana hubungan tersebut terjalin sejak J masih bertugas di Asmob Merangin dan si Vera ini masih berstatus sebagai mahasiswi.
Lanjutnya, namun semenjak J berpindah tugas ke Mabes waktu untuk bertemu dan pulang ke Jambi atau mengunjungi vera juga sudah jarang.
Karena memang faktor kesibukan dan pekerjaan.
"Sudah lebih kurang 3 tahun ini belum ada main ke sini, sejak dirinya pindah tugas ke Jakarta, " jelasnya.
"Meski demikian hubungan mereka tetap terjalin dengan baik dan bahkan tidak pernah terdengar ada perselisihan atau pertengkaran sesama mereka, " sambungnya.
Bahkan keluarga maupun atasan J dengan pihak keluarganya di bahar juga cukup baik.
Sering berkomunikasi dan video call, kalau dengar cerita yang sudah sudah.
"Namun kita tidak tahu juga apa yang sebenarnya terjadi, dia itukan orang baik kok bisa begitu, " pungkasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kondisi Terbaru Kekasih Brigadir J, Sehat tapi Merasa Terancam, Tak Nyaman Bertemu dengan Orang Baru