Polisi Tembak Polisi
Kronologis Penembakan Brigadir J, Irjen Sambo Lari ke Rumah Dinas hingga CCTV Rekam PC Menangis
Berdasarkan hasil rekaman kamera CCTV, terungkap sejumlah detail kasus penembakan Brigadir J.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Komisi Nasional Hak Asasi dan Manusia (Komnas HAM) telah menganalisis rekaman kamera CCTV terkait kasus penembakan Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Dalam rekaman yang diperiksa oleh Komnas HAM terekam bagaimana PC selaku istri Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) nonaktif Polri, Irjen Ferdy Sambo sempat menangis.
Dikutip TribunWow.com dari Tribunnews, hasil rekaman CCTV ini diungkapkan oleh Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam wawancara Metro TV.
Baca juga: Brigadir J Todong Foto Irjen Sambo dan Pakai Parfum Istri sang Jenderal, Kuasa Hukum Yosua Heran
Dari rekaman yang diperiksa oleh Komnas HAM, terekam mulai dari komunikasi terakhir antara Brigadir J dan Vera hingga saat PC menangis seusai terjadinya pelecehan dan penembakan.
Telah dikonfirmasi oleh Komnas HAM, Brigadir J dipastikan masih hidup 17 menit sebelum terjadinya baku tembak.
Berikut kronologi penembakan Brigadir J sesuai penyelidikan yang dilakukan oleh Komnas HAM.
1. Irjen Sambo tiba di rumah pribadi di Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan, pukul 15.29 WIB.
2. Rombongan istri Irjen Sambo (PC) tiba di rumah pribadi pada pukul 15,40 WIB, termasuk Bharada E, Brigadir J hingga ART dan staf lain.
3. Rombongan melakukan tes PCR pada pukul 15.43 WIB.
"Kira-kira tiga menit setelah itu (tiba dari Magelang), mereka keluar dan PCR. Yang PCR itu Ibu, dengan ADC, asisten rumah tangga, dan Joshua, termasuk Bharada E," kata Taufan, Senin (1/8/2022).
4. Brigadir J dihubungi kekasihnya pada pukul 16.31 WIB. Tepat sebelum menerima telepon dari Vera, Brigadir J sempat tertawa bersama mengobrol dengan rekan-rekan sesama ajudan.
5. Setelah tes PCR, rombongan PC pindah ke rumah dinas Irjen Sambo pada pukul 16.37 WIB yang berjarak 500 meter dari rumah pribadi.
Sementara itu Irjen Sambo keluar dari rumah namun pergi ke arah berbeda.
6. Mobil Irjen Sambo mendadak berhenti (diduga menerima telepon dari PC soal insiden baku tembak) pada pukul 17.00 WIB.
"Kata penyidik, ada telepon untuk Pak Sambo dari istrinya yang menjelaskan ada peristiwa itu," ujar Taufan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/1aman-kadiv-propam-polri-ir2i-duren-tiga-jakarta-selatan.jpg)