Kabar Tokoh
Gerindra Dipilih karena Sosok Prabowo, Survei Kompas Ungkap Dukungan dari Jawa dan Sumatera Menurun
Survei litbang Kompas menunjukkan bagaimana Gerindra dan Prabowo telah menjadi satu kesatuan di mata para pendukungnya.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
“Tingkat loyalitas pemilih Gerindra pun akan menurun menjadi pada kisaran dua perlima jika partai ini mengusung calon presiden yang tak sesuai ekspektasi pemilih,” pungkasnya.

Baca juga: Survei Pilpres 2024 Seluruh Wilayah Indonesia, Ganjar Paling Atas hingga Ridwan Kamil Paling Bawah
Survei Kompas dilakukan dari 26 Mei-4Juni 2022.
Jajak pendapat ini melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode sistematis bertingkat di 34 provinsi.
Metode itu memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error lebih kurang 2,8 persen.
Sementara itu sampai saat ini Gerindra belum mengumumkan siapa capres yang akan diusung di tahun 2024.
Diketahui kini Gerindra telah membangun koalisi bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Duet Prabowo-Jokowi di 2024
i awal tahun 2022, sempat muncul sekelompok relawan yang mendukung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) maju menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) di tahun 2024 mendatang.
Kelompok relawan tersebut menamakan diri mereka Sekretariat Bersama Prabowo-Jokowi 2024-2029.
Bahkan kelompok relawan itu telah mendeklarasikan dukungan mereka terhadap duet Prabowo-Jokowi.

Baca juga: 4 Poin Pidato Megawati: Soroti Keanehan Harga Minyak Goreng hingga Singgung Pemilu 2024
Ada beberapa alasan yang disampaikan oleh kelompok relawan itu mengapa mendukung Prabowo-Jokowi.
"Deklarasi Sekber Prabowo-Jokowi mendorong Prabowo Subianto, calon presiden dan Joko Widodo, calon wakil presiden, sebagai bagian dari Kabinet Indonesia Maju Jilid II untuk maju dalam Pemilu 2024," kata Ketua Koordinator Sekber Prabowo-Jokowi, G. Gisel, dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/1/2022).
Dikutip dari Kompas.com, berikut ini adalah sejumlah alasan dari relawan Sekber Prabowo-Jokowi.
Alasan pertama, Gisel menyoroti soal pentingnya sosok Prabowo-Jokowi untuk melanjutkan kerja dan pembangunan nasional.
Seperti yang diketahui, saat ini Jokowi menjabat sebagai RI 1 sedangkan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan RI.