Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Alasan LPSK Belum Setuju Melindungi Istri Ferdy Sambo sampai Sekarang, Ternyata karena Hal Ini

Pihak Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK) hingga saat ini belum menyetujui permohonan perlindungan istri Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Instagram/@divpropampolri
Potret PC selaku istri eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Istri Irjen Sambo diduga sempat dilecehkan oleh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J sebelum akhirnya Brigadir J ditembak hingga tewas oleh Bharada E di rumah singgah sang jenderal di Jakarta, Jumat (8/7/2022). Terbaru, LPSK belum menyetujui permohonan perlindungan PC. 

"Dari ibu P belum diperoleh keterangan karena masih terguncang."

Baca juga: Bharada E bak Hilang Ditelan Bumi, Keluarga Brigadir J Minta Terduga Pelaku Ditampilkan ke Publik

Istri Irjen Sambo Malu dan Takut Bertemu Orang

Kondisi psikologis wanita berinisial PC kini diketahui sangat tidak stabil seusai diduga menjadi korban pelecehan seksual hingga penodongan oleh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Kejadian ini dialami PC di rumah singgah suaminya yakni Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, di Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, kini untuk sekadar tidur, PC harus dibantu oleh tim psikolog.

Informasi ini diungkapkan oleh Psikolog Novita Tandry yang kini mendampingi istri Irjen Sambo.

Masih sering menangis dan sedih, istri Irjen Sambo kini juga menjadi malu dan takut bertemu orang lain.

Novita turut menyoroti bagaimana PC mengalami gangguan tidur dan makan.

"Jadi memang masih dalam tahapan yang sangat awal sekali untuk mengetahui kondisi piskologis Ibu PC. Jadi kami belum tentukan psikoterapi yang nanti akan dilakukan," ujar Novita, Kamis (14/7/2022).

Novita mengatakan, saat ini tim masih melakukan observasi terhadap keadaan istri Irjen Sambo.

Namun di saat yang sama, tim psikolog aktif melakukan pendampingan, terutama agar istri Irjen Sambo dapat lebih tenang.

Pertolongan juga dilakukan supaya PC dapat tidur dengan nyenyak.

"Karena gangguan tidurnya sudah cukup parah," tutur Novita.

Baca juga: Bukan Sabotase Kasus, Polisi Ungkap Alasan Ganti Decoder CCTV di Komplek Tewasnya Brigadir J

Sebelumnya, Novita juga sempat menjelaskan bagaimana PC menangis terus menerus ketika menceritakan pelecehan yang ia alami.

"Masih syok, jadi semalam saya bertemu pendampingan dengan beliau," kata Novita saat dihubungi, Rabu (13/7/2022)

Halaman
123
Tags:
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)Brigadir JPolisi Tembak PolisiBharada EIrjen Ferdy SamboBaku TembakNofriansyah Yosua Hutabarat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved