Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Temui Keluarga Brigadir J, Komnas HAM Ngaku Dapat Banyak Foto dan Video: Lebih dari yang Beredar

Komnas HAM mengaku mendapat keterangan dari keluarga Brigadir J terkait peretasan hingga bukti-bukti foto dan video yang tak beredar di publik.

Editor: Lailatun Niqmah
Tribun Jambi/Aryo Tondang
Keluarga Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat seusai acara pemakaman, di Sungai Bahar, Provinsi Jambi, Senin (11/7/2022). Terbaru, Komnas HAM mengaku mendapat keterangan dari keluarga Brigadir J terkait peretasan hingga bukti-bukti foto dan video yang tak beredar di publik soal kasus baku tembak yang menewaskan Brigadir J. 

TRIBUNWOW.COM - Sejumlah bukti seperti foto dan video baru terkait kasus baku tembak yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, kini telah dikantongi Komnas HAM.

Informasi ini disampaikan oleh Anggota Komnas HAM Mohammad Choirul Anam setelah pihaknya menyambangi rumah keluarga Brigadir J di Jambi.

Bahkan, foto dan video yang didapat oleh Komnas HAM disebut lebih banyak dari yang beredar di publik.

Diketahui, Brigadir J tewas ditembak Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022) lalu.

Kasus baku tembak antar polisi ini kemudian menjadi sorotan dan dianggap banyak yang janggal.

Oleh karena itu, Komnas HAM ikut turun tangan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang bisa digunakan untuk menguak kejadian sebenarnya terkait kasus polisi tembak polisi itu.

"Kami diberikan banyak keterangan, banyak foto, dan video oleh pihak keluarga," kata Anggota Komnas HAM Mohammad Choirul Anam dalam keterangannya, Minggu (17/7/2022).

Baca juga: Soroti Senjata Glock 17 yang Dipakai Bharada E Tembak Brigadir J, Pengamat: Jadi Aneh Semuanya

Setelah bertemu langsung dengan pihak keluarga, lanjut Anam, Komnas HAM mendapat banyak keterangan, khususnya terkait video dan foto yang beredar di publik tentang kematian Brigadir Yosua.

"Komnas HAM tentu saja dapat lebih banyak dari apa yang beredar di publik khususnya soal foto, soal video," imbuhnya.

Namun yang lebih penting menurut Anam, ialah bagaimana foto dan video tersebut diambil dan seperti apa konteksnya.

Anam mengatakan permintaan keterangan dan bukti terkait peristiwa kepasa pihak keluarga Brigadir J adalah awal dari tahapan proses pemantauan dan penyelidikan terkait insiden tersebut.

Anam menegaskan pihaknya melakukan pemantauan dan penyelidikan berdasarkan jejak-jejak fakta terkait peristiwa dan bukan dari motif.

"Jika banyak yang menyumbang pikiran dan lain sebagainya soal analisis, soal motif, dan lain sebagainya, nanti prosesnya. Jadi kami tidak berangkat dari motif tapi kami berangkat dari jejak-jejak fakta-fakta yang ada," kata Anam.

Selain mendapat banyak foto dan video yang tidak beredar di publik, Komnas HAM juga sudah mendapatkan keterangan terkait peretasan yang dialami oleh keluarga Brigadir Yosua.

"Termasuk keterangan keluarga Brigadir Yosua yang mengaku ada pihak meretas telepon seluler. Kami mendapatkan informasi kapan peretasan dilakukan, polanya seperti apa, dan lainnya," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
Polisi Tembak PolisiBaku TembakKomnas HAMBrigadir JBharada E
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved