Polisi Tembak Polisi
Saat Ferdy Sambo Peluk Kapolda Metro di Tengah Kasus Penembakan, Fadil Imran: Saya Beri Support
Momen Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo menangis di pelukan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran terekam dalam video yang beredar di medsos
Editor: Rekarinta Vintoko
Ia berteriak karena Brigadir J tiba-tiba masuk ke kamarnya dan melecehkannya.
Brigadir J merupakan anggota Bareskrim Polri yang ditugaskan sebagai sopir dinas istri Ferdy Sambo.
Teriakan Putri rupanya didengar oleh Bharada E, anggota Brimob yang bertugas sebagai pengawal Kadiv Propam.
Ia kemudian mendatangi sumber suara.
Aksi Brigadir J dipergoki Bharada E.
Menurut polisi, Brigadir J panik dan melepaskan tembakan ke Bharada E.
Namun tembakan itu meleset dan langsung dibalas oleh Bharada E.
Saling tembak antara Brigadir J dengan Bharada E pun terjadi.
Total ada 12 kali tembakan dalam peristiwa itu.
Akibatnya Brigadir J tewas dalam kejadian itu.
Jasadnya juga telah diserahkan ke pihak keluarganya di Jambi.
Keterangan Ahmad Ramadhan ini kemudian yang banyak dipertanyakan.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai banyak janggal dalam proses penanganan kasus polisi tembak polisi di rumah Ferdy Sambo itu.
Baca juga: KontraS Temukan 7 Kejanggalan Tewasnya Brigadir J: Luka Sayatan, CCTV hingga Keberadaan Kadiv Propam
Penjelasan Polri dalam kasus itu menurut Mahfud juga tidak jelas hubungan antara sebab dan akibat.
"Kasus ini memang tak bisa dibiarkan mengalir begitu saja karena banyak kejanggalan yang muncul dari proses penanganan, maupun penjelasan Polri sendiri yang tidak jelas hubungan antara sebab dan akibat setiap rantai peristiwanya," kata Mahfud dalam keterangannya, Rabu (13/7).