Konflik Rusia Vs Ukraina
Pada Media Rusia, Warga Asal Lysychanks Sebut Pasukan Ukraina Menyerang Kotanya Sendiri
Warga Lysynchanks memberikan pengakuan pada media Rusia mengenai pasukan Ukraina yang disebutnya menghancurkan kota.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Atri Wahyu Mukti
Mereka berlindung selama dua bulan (sejak tanggal 5 April) setelah sebuah bom menghantam rumahnya.
Di pabrik tersebut, dia menyoroti adanya sejumlah tentara asing yang juga berada di lokasi.
"Banyak tentara bayaran, sangat banyak. Berapa jumlahnya yang ada, saya tidak tahu, mereka dipisahkan dari yang lain. Mereka kebanyakan berbicara satu sama lain dalam bahasa Inggris. Dan dalam bahasa asing lainnya," kata Anna.
Dikatakan pula bahwa para militan asing dan tentara Ukraina tidak mengizinkan warga sipil meninggalkan ruang bawah tanah.
"Mereka menjelaskan kepada kami bahwa di luar berbahaya, ada semacam pembersihan yang terjadi. Jangan keluar sampai malam," tutur Anna.
Kerabat laki-laki Anna dan Alina, yang ingin membawakan makanan untuk mereka, juga tidak diperbolehkan memasuki Azot.
Namun, pada Jumat (10/6/2022), ketika perhatian para militan melemah, para wanita itu berhasil keluar.
Mereka pun terpaksa harus meninggalkan pabrik itu dengan berjalan kaki.
Padahal dua wanita tersebut juga membawa serta anak-anaknya.
"Saya punya dua anak, Alina punya seorang anak. (Berusia) dua tahun, lima tahun dan delapan," sebut Anna.
Sekarang mereka telah mengungsi dan berada di desa tetangga Novaya Astrakhan.
Baca juga: Ukraina Tangkap Agen Propaganda Rusia di Kiev, Terungkap Cara Intelijen Putin Sebarkan Hoaks
Rusia Serentak Menyerang dari 9 Arah
Rusia dikabarkan memulai serangan besar-besaran dari sembilan arah di wilayah Luhanks, Ukraina.
Pejabat militer Ukraina mengatakan bahwa pertarungan sengit masih berlangsung untuk mempertahankan wilayah.
Sementara itu, kota penting Severodonetsk di Luhansk dilaporkan hampir jatuh ke tangan pasukan Presiden Rusia Vladimir Putin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/warga-lysychanks-rusia-bahwa-pasukan-ukraina.jpg)