Konflik Rusia Vs Ukraina
Pemerintah Rusia Minta Rakyatnya Jadi Cepu Laporkan Aksi Kritik Pro Ukraina
Pemerintah Rusia diketahui telah meminta kepada rakyatnya untuk aktif melaporkan segala bentuk kritikan yang pro terhadap Ukraina.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Sejak terjadinya konflik Rusia-Ukraia, pemerintah Rusia telah membuat peraturan baru terkait penyebaran informasi seputar konflik yang terjadi.
Dalam peraturan baru tersebut, informasi yang mendiskreditkan pasukan militer Rusia dapat dikategorikan sebagai informasi hoaks dan penyebarnya terancam hukuman penjara.
Dikutip TribunWow.com dari themoscowtimes.com, kini pemerintah Rusia mengajak rakyatnya untuk aktif melaporkan aksi kritik pro Ukraina yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat Rusia.
Baca juga: Zelensky Dituding Terus Perangi Rusia demi Cari Ketenaran, Dinilai Tak Berusaha Bicara ke Putin
Pada bulan Maret 2022 lalu, seorang artis bernama Alexandra Skochilenko melakukan aksi protes di St. Petersburg.
Skochilenko melakukan aksi protesnya dengan cara mendatangi supermarket yang ada di St. Petersburg.
Di sana ia menempel stiker yang berisi tentang detail serangan di gedung teater di Mariupol Ukraina.
Aksi Skochilenko ini kemudian dilaporkan oleh pengunjung supermarket lain.
Seorang pengunjung supermarket lainnya yang berusia 72 tahun melaporkan aksi Skochilenko kepada pihak kepolisian.
"Saya sangat marah terhadap fitnah yang saya baca karena saya khawatir tentang tentara Rusia di Ukraina," ujar warga yang menjadi informan polisi tersebut.
Pada akhirnya Skochilenko dipenjara atas tudingan menyebar informasi salah.
Aksi mengadukan kritik kepada pihak berwenang ini dilakukan oleh beragam pihak.
Ada orang yang dilaporkan oleh keluarganya, tetangganya sendiri, bahkan orang asing yang tak sengaja sedang lewat.
Rekan Skochilenko bernama Alexei Belozerov meyakini pemerintah Rusia tengah berusaha menyebar teror dan ketakutan di tengah masyarakat.
Baca juga: VIDEO Alasan Rusia Tarik Mundur Pasukannya dari Pulau Ular, Singgung soal Isyarat Niat Baik
Putin Sebut Sampah dan Pengkhianat
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan tindakan represif untuk mengatasi berkembangnya sentimen anti-perang yang digaungkan warganya sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2enia-is246rikhin-seorang-diri-memprotes-konflik-yang-terjadi-di-ukraina.jpg)