Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Pemerintah Rusia Minta Rakyatnya Jadi Cepu Laporkan Aksi Kritik Pro Ukraina

Pemerintah Rusia diketahui telah meminta kepada rakyatnya untuk aktif melaporkan segala bentuk kritikan yang pro terhadap Ukraina.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
BBC.com
Beragam aksi protes yang dilakukan oleh masyarakat Rusia terhadap konflik di Ukraina. Foto kiri: Artis/seniman wanita bernama Yevgenia Isayeva melakukan protes terhadap perang yang terjadi di Ukraina dengan cara melumuri dirinya pakai cat merah di gedung majelis kota St. Petersburg, Minggu (27/3/2022). Foto kanan: Di sebuah kota kecil di Rusia bernama Russko-Vysotskoye, pria bernama Dmitry Skurikhin seorang diri memprotes konflik yang terjadi di Ukraina. 

Marina Ovsyannikova sempat menghilang selama beberapa jam seusai melakukan protes anti perang ketika Channel 1, stasiun TV milik pemerintah Rusia sedang melakukan siaran langsung pada Senin (14/3/2022) malam.

Marina sendiri merupakan jurnalis yang sudah beberapa tahun bekerja di Channel 1.

Publik sempat khawatir nyawa Marina terancam karena hilang tak ditemukan.

Seorang wanita bernama Marina Ovsyannikova tiba-tiba mengganggu siaran langsung kantor berita milik pemerintah pada Senin (14/3/2022) malam.
Seorang wanita bernama Marina Ovsyannikova tiba-tiba mengganggu siaran langsung kantor berita milik pemerintah pada Senin (14/3/2022) malam. (YouTube Guardian News)

Baca juga: Di Ukraina, Relawan Asal Inggris Lihat Jasad Tentara Rusia Dipajang di Pos Pemeriksaan

Dikutip TribunWow.com dari BBC.com, namun pada akhirnya Marina berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Ketika keluar dari gedung pengadilan, Marina ditanyai alasan dirinya melakukan protes tersebut.

Marina lalu menjawab bahwa semua itu adalah inisiatif dari dirinya sendiri.

"Saya membuat keputusan ini sendirian karena saya tidak suka Rusia memulai invasi ini," ucapnya dalam bahasa Inggris saat diwawancarai media.

Marina juga mengaku sempat diinterogasi selama 14 jam.

"Saya tidak diperbolehkan untuk menghubungi keluarga dan teman saya," ungkapnya.

Marina mengatakan, dirinya juga tidak diperbolehkan untuk menghubungi pengacaranya.

Dikutip TribunWow.com dari Sky News, Marina diketahui didenda sebesar 30 ribu roubles atau sekira Rp 4 juta.

Tetapi masih belum diketahui apakah Marina akan menerima hukuman lainnya yang lebih serius.

Kantor HAM Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah meminta kepada pemerintah Rusia untuk memastikan keamanan Marina terkait aksi kebebasan menyampaikan pendapat.

Seperti yang diketahui pada 4 Maret 2022 lalu, aksi yang mendiskreditkan pasukan Rusia, dan penyebaran berita bohong akan diancam hukuman penjara hingga 15 tahun.

Dalam foto yang beredar tampa Marina meninggalkan gedung pengadilan di Moskow setelah membayar denda.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 3/4
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved