Konflik Rusia Vs Ukraina
Presenter Rusia Sebut Putin Siap Hadapi NATO dan Baru Kerahkan 18 Persen Kekuatan di Ukraina
Presenter Rusia sebut militer negaranya siap menghadapi NATO di tengah konflik yang makin memanas dengan Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pembawa acara televisi Rusia memperingatkan bahwa pasukan Presiden Vladimir Putin telah siap untuk menghadapi NATO.
Pernyataan ini muncul ketika ketegangan antara Moskow dan Barat terus meningkat karena perang di Ukraina.
Dilansir TribunWow.com dari Newsweek, Senin (27/6/2022), pernyataan ini diungkapkan oleh pembawa acara televisi Vladimir Solovyov.
Baca juga: London Jadi Kota Pertama yang Dibom jika PD III Pecah, Jenderal Rusia Ungkap Strategi Kalahkan NATO
Berbicara di televisi Channel 1, Andrey Gurulyov, wakil Duma Negara dan mantan wakil komandan distrik militer selatan Rusia, yang juga berbicara di acara itu, membual bahwa kemampuan nuklir Rusia dapat melikuidasi segala cara serangan yang mengancam wilayahnya.
Menanggapi perkataan tersebut, Solovyov mengatakan bahwa Rusia belum mengerahkan seluruh kekuatannya di Ukraina.
"Itulah mengapa dipahami mengapa kami saat ini menggunakan kurang dari 18 persen dari Angkatan Bersenjata kami, yang merupakan tentara masa damai, karena kami siap untuk konfrontasi langsung dengan angkatan bersenjata dari seluruh NATO," tutur Solovyov.
Baca juga: Media Asing Soroti Agenda Jokowi Bertemu Presiden Rusia Putin, Singgung soal Dialog Perdamaian
Kedua pria itu kemudian beralih ke topik senjata nuklir.
Solovyov mengatakan bahwa para pemimpin politik di Barat mengalami 'serangan jantung' ketika Presiden Belarusia Alexander Lukashenko dan Putin berbicara tentang sistem rudal Iskander dan jet Sukhoi.
Gurulyov mengatakan bahwa Iskander yang ditempatkan di sepanjang perbatasan barat Belarus mampu menghancurkan 100 persen Eropa Barat.

Baca juga: NATO Peringatkan Konflik Ukraina dan Rusia akan Berlangsung Bertahun-tahun, Minta Barat Lakukan Ini
Pasalnya, sistem rudal yang dapat membawa hulu ledak nuklir itu memiliki jangkauan operasional hingga 500 kilometer.
"Dengan semua sistem pertahanan kita, termasuk yang diimpor, output efisiensinya 90 persen," sebut Gurulyov.
"Saya percaya bahwa untuk menjadi hasil yang bagus yang harus memberikan musuh kita beberapa pemikiran serius terlepas dari seberapa banyak Barat memprovokasi kita untuk menggunakan senjata nuklir."
“Mempertimbangkan ancaman yang ditimbulkan (oleh senjata nuklir), kembangkan dan realisasikan rencana, sesuai kebutuhan, untuk melikuidasi semua cara serangan yang mengancam wilayah Rusia. Kami mampu mencapai itu," tambahnya.
Baca juga: Inggris Prediksi Rusia akan Banyak Andalkan Pasukan Sukarelawan untuk Perangi Ukraina
Rusia Disebut Lawan NATO di Ukraina
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov menyatakan hal kontroversial mengenai perang Rusia dan Ukraina.