Konflik Rusia Vs Ukraina
Pernah Tembakkan 200 Peluru ke Tentara Rusia Seharian Penuh, Ini Curhatan Pasukan Artileri Ukraina
Pasukan artileri Ukraina menceritakan bagaimana mereka wajib berpindah tempat setiap 20 menit demi menghindari serangan Rusia.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Tanpa istirahat, pasukan artileri Ukraina pernah 24 jam penuh menembakkan sebanyak 200 peluru ke arah tentara Rusia.
Para tentara Ukraina tersebut diketahui menggunakan artileri yang menembakkan peluru tipe 152 mm.
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, mau tak mau para tentara Ukraina tersebut menggunakan senjata zaman Uni Soviet.
Baca juga: Bukan demi Ukraina, AS Dituding Sengaja Ikut Campur Konflik untuk Tundukkan Rusia
Baca juga: Invasi Rusia ke Ukraina Hari ke-117, Konflik Panas di Severodonestk hingga Krisis Global Meningkat
Jurnalis Thesun.co.uk secara eksklusif meliput keseharian pasukan artileri Ukraina yang lokasinya dirahasiakan.
Berdasarkan keterangan kru pasukan artileri Ukraina, baik Ukraina dan Rusia sama-sama memiliki radar yang mampu mendeteksi asal peluru.
Letnan Ruslan yang merupakan kru artileri Ukraina menjelaskan bahwa timnya tidak boleh berada di tempat yang sama lebih dari 20 menit agar lokasi mereka tidak ketahuan tentara Rusia.
Saat sibuk, Letnan Ruslan mengaku pernah menembakkan hingga 200 peluru artileri selama 24 jam penuh tanpa istirahat.
"Biasanya 30 hingga 40 peluru," ujar Letnan Ruslan.
Setelah selesai melakukan serangan, pasukan artileri Ukraina ini hanya membutuhkan waktu empat menit untuk berkemas lalu pulang ke markas.
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menyatakan Ukraina sangat membutuhkan senjata modern agar bisa unggul melawan Rusia.
Amerika Serikat (AS) diketahui telah menjanjikan untuk mengirim senjata modern berupa sistem artileri roket bermobilitas tinggi tipe M142.
Kuleba mengatakan, apabila Ukraina berhasil mendapatkan senjata tersebut maka Ukraina mampu mengubah arus konflik jadi mengungtungkan Ukraina.
"Jika kita kalah, tidak hanya Ukraina akan musnah, nantinya tidak akan ada kemakmuran atau keamanan di Eropa," kata Kuleba.
Komandan pasukan artileri lainnya bernama Letnan Sula mengakui pekerjaannya adalah hal yang berbahaya, namun ia menyadari apa yang ia lakukan adalah untuk membela negaranya.
"Prioritas saya adalah memastikan saya membawa pulang seluruh anggota saya ke rumah hidup-hidup," ujar Letnan Sula.
Baca juga: Prediksi Rusia akan Lawan Eropa, Ukraina Bersiap Hadapi Serangan Dahsyat seusai Bergabung dengan UE
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pena2ukan-militer-ukraina.jpg)