Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Sorot Minimnya Pertolongan Pemerintah, Ini Cara Media Rusia Beritakan Warga Inggris Terpidana Mati

2 warga negara Inggris dijatuhi vonis hukuman mati seusai menyerah di saat membantu pasukan Ukraina memerangi tentara Rusia.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
rt.com
Aiden Aslin, warga negara Inggris yang ditangkap oleh pasukan Rusia seusai terlibat dalam konflik di Ukraina. 

TRIBUNWOW.COM - Perhatian dunia internasional saat ini tengah tertuju kepada dua warga negara Inggris yang dijatuhi vonis hukuman mati dalam pengadilan di Donetsk.

Kedua warga Inggris tersebut adalah Aiden Aslin dan Shaun Pinner yang menyerah kepada pasukan militer Rusia saat membantu tentara Ukraina.

Kabar vonis hukuman mati terhadap Aslin dan Pinner ramai diberitakan oleh media-media barat terutama media asal Inggris.

Seorang sukarelawan tentara asal Inggris bernama Shaun Pinner (kanan) dipertontonkan ke publik lewat acara stasiun TV milik Rusia.
Seorang sukarelawan tentara asal Inggris bernama Shaun Pinner (kanan) dipertontonkan ke publik lewat acara stasiun TV milik Rusia. (TheSun.co.uk)

Baca juga: Menyesal Perangi Rusia, Warga Inggris Ngaku Terpengaruh Pemberitaan Media Barat

Baca juga: Sambil Tersenyum, Putin Diduga Beri Sinyal Rusia akan Invasi Wilayah Lain seusai Ukraina

Mayoritas media Inggris fokus terhadap status Aslin dan Pinner yang seharusnya tak bisa diberikan vonis hukuman mati.

Dikutip TribunWow.com, sementara itu media Rusia menyoroti bagaimana minimnya pertolongan pemerintah Inggris terhadap warganya.

Channel One, kanal televisi milik pemerintah Rusia menyoroti permohonan ampun yang disampaikan oleh Aslin.

Channel One meliput bagaimana Aslin meminta maaf kepada para penduduk Donetsk, dan meminta agar hukumannya diringankan.

"Saya berharap untuk diberikan hukuman lain," kata Aslin disiarkan dalam kanal televisi Channel One.

Sementara itu kanal televisi milik pemerintah Rusia lainnya yakni Rossiya 1 memberitakan bagaimana otoritas Inggris tidak melakukan upaya untuk berkomunikasi dengan pimpinan Republik Rakyat Donetsk demi keselamatan Aslin dan Pinner.

Tabloid Komsomolskaya Pravda menyampaikan terdapat masalah besar di mana pemerintah Inggris berniat mengajukan banding namun di sisi lain pemerintah Inggris tidak mengakui Republik Rakyat Donbas sebagai negara independen.

Informasi terbaru, Aslin dan Pinner diketahui telah menghubungi media massa di negara asalnya mengirimkan permohonan tertulis.

Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, Aslin dan Pinner menjelaskan bahwa mereka terancam dihukum mati jika permintaan pemerintah Rusia tidak dikabulkan.

Dengan suara bergetar, Pinner menjelaskan dirinya menghadapi ancaman hukuman 20 tahun penjara hingga mati seusai dihukum sebagai kombatan ilegal.

"Kami ketakutan," ujar Pinner.

Menanggapi kabar ini, keluarga Aslin telah menemui kedutaan Besar Ukraina di Notting Hill, London Barat.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyInggris
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved