Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Menyesal Perangi Rusia, Warga Inggris Ngaku Terpengaruh Pemberitaan Media Barat

Seorang warga negara Inggris sempat melakukan wawancara dengan media Rusia sebelum dijatuhi vonis hukuman mati.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
rt.com
Aiden Aslin, warga negara Inggris yang ditangkap oleh pasukan Rusia seusai terlibat dalam konflik di Ukraina. 

TRIBUNWOW.COM - Warga negara Inggris Aiden Aslin sempat melakukan wawancara dengan media Rusia rt.com sebelum dirinya menerima vonis hukuman mati di pengadilan di Donetsk.

Aslin ditangkap pasukan militer Rusia saat terlibat dalam konflik di Ukraina kemudian menyerah pada pertengahan April 2022.

Saat diwawancara rt.com, Aslin mengaku sudah sejak lama mengikuti perjalanan konflik Ukraina sejak tahun 2014 lalu.

Tangkapan layar dari video yang menunjukkan (dari kiri ke kanan) Aiden Aslin, Shaun Pinner, dan Saaudun Brahim. Ketiganya dituduh sebagai tentara bayaran dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan di wilayah separatis pro-Rusia, Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri.
Tangkapan layar dari video yang menunjukkan (dari kiri ke kanan) Aiden Aslin, Shaun Pinner, dan Saaudun Brahim. Ketiganya dituduh sebagai tentara bayaran dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan di wilayah separatis pro-Rusia, Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri. (TWITTER @ChristopherJM)

Baca juga: Sambil Tersenyum, Putin Diduga Beri Sinyal Rusia akan Invasi Wilayah Lain seusai Ukraina

Baca juga: Akui Ketergantungan Bantuan Negara Barat, Intelijen Militer Ukraina Sebut Pasukan Rusia Unggul

Pada awalnya Aslin mengaku dirinya merupakan orang yang pro terhadap Rusia dan pro Donbass.

Dikutip TribunWow.com, Aslin bercerita, pandangannya terhadap Rusia mulai berubah setelah ia melihat pemberitaan dari media-media barat seperti CNN hingga Fox News.

Namun semenjak menyerah ke milisi Republik Rakyat Donetsk, Aslin mengaku pandangannya kembali berubah dan kini ia merasa memiliki banyak kesamaan dengan prajurit di Donbass ketimbang tentara Ukraina.

Melihat perjalanan hidupnya, Aslin bercerita ia seharusnya mencari pekerjaan untuk warga sipil, bukannya bergabung dengan pasukan militer Ukraina.

"Tidak memilih untuk menjadi bidak politik di dalam sistem militer," kata Aslin.

Aslin kini merasa dirinya telah ditelantarkan oleh negaranya sendiri yakni Inggris dan Ukraina.

Saat ini Aslin meminta kepada warga negara lain yang ingin bergabung dengan Ukraina untuk kembali mempertimbangkan pilihan mereka.

Ia mengatakan jangan sampat tertipu ikut dalam konflik di Ukraina yang seharusnya tidak perlu terlibat.

Dua warga negara Inggris bernama Shaun Pinner dan Aiden Aslin dijatuhi vonis hukuman mati seusai menjalani persidangan di Donetsk.

Keduanya ditangkap oleh pasukan militer Rusia seusai terlibat membantu tentara Ukraina dalam konflik di Ukraina.

Informasi terbaru, Aslin dan Pinner diketahui telah menghubungi media massa di negara asalnya mengirimkan permohonan tertulis.

Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, Aslin dan Pinner menjelaskan bahwa mereka terancam dihukum mati jika permintaan pemerintah Rusia tidak dikabulkan.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyInggris
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved