Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Samakan Diri dengan Tsar Rusia, Putin Bandingkan Ambisi Kuasai Ukraina dengan Perang Lawan Swedia

Presiden Rusia Vladimir Putin menyamakan dirinya dengan Kaisar Rusia, Tsar Peter the Great (Poytr I atau Peter yang Agung).

AFP/ Mikhail Metzel
Presiden Rusia Vladimir Putin menyaksikan parade militer Hari Kemenangan di Lapangan Merah di pusat kota Moskow pada Senin, (9/5/2022). Terbaru, Putin samakan diri dengan Tsar kenamaan Rusia, Peter The Great (Pyotr I), Kamis (9/6/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin menyamakan dirinya dengan Kaisar Rusia, Tsar Peter the Great (Poytr I atau Peter yang Agung).

Tokoh sejarah itu merupakan Tsar kenamaan yang memimpin penaklukan pantai Baltik selama perang abad ke-18 melawan Swedia.

Ia membandingkan kisah penaklukan laut Baltik itu dengan ambisinya menguasai Ukraina saat ini.

Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri parade perayaan hari kemenangan di Moskow, Senin (9/5/2022).
Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri parade perayaan hari kemenangan di Moskow, Senin (9/5/2022). (YouTube South China Morning Post)

Baca juga: Diduga Sakit Parah, Putin Mendadak Hentikan Siaran Langsung Tanya Jawab Tahunan Rusia

Baca juga: Geger Kabar Rusia akan Invasi Moldova setelah Ukraina, Putin Ingin Bangun Kembali Uni Soviet?

Dilansir TribunWow.com dari Al Jazeera, Kamis (9/6/2022), setelah mengunjungi sebuah pameran di Moskow yang didedikasikan untuk ulang tahun ke-350 tsar, Putin menarik kesejajaran antara pendirian St Petersburg oleh Peter yang Agung dan ambisi Rusia modern.

Dia mengatakan kepada sekelompok pengusaha muda bahwa perang yang terjadi di sekitar tahun 1695 itu bisa dicermikan saat ini.

Sebagai informasi, Peter Agung memulai peperangan dengan Swedia untuk merebut Laut Baltik.

Ia pun mendapatkan kemenangan dan berhasil membentuk angkatan laut yang besar.

“Anda mendapatkan kesan bahwa dengan melawan Swedia (Peter) merebut sesuatu. Dia tidak mengambil apa-apa, dia mengambilnya kembali," terang Putin.

Mengenai penentangan yang didapatnya dari seluruh penjuru Eropa, Putin kembali membandingkannya dengan nasib yang dialami Tsar Peter.

"Ketika Peter the Great mendirikan St Petersburg dan mendeklarasikannya sebagai ibu kota Rusia, tidak ada negara di Eropa yang mengakui wilayah ini sebagai milik Rusia," kata Putin.

"Semua orang menganggapnya sebagai bagian dari Swedia. Tetapi sejak dahulu kala, Slavia telah tinggal di sana bersama orang-orang Finno-Ugric."

Merujuk pada hal tersebut, Putin memberikan referensi yang jelas untuk dapat menaklukkan Ukraina.

Yakni kembali menguasai negara yang dulunya termasuk dalam wilayah Uni Soviet itu.

"Ini adalah tanggung jawab kami juga untuk mengambil kembali dan memperkuat," tutur Putin.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved