Konflik Rusia Vs Ukraina
Tentara Rusia Nekat Atur Sandiwara Kawin Kontrak agar Bebas dari Medan Perang Ukraina
Pasukan Rusia yang mengalami demoralisasi di Ukraina dilaporkan sedang merencanakan cara untuk keluar dari negara itu.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Di tempat lain, seorang tentara Rusia yang pembicaraannya disadap oleh departemen intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina memberi tahu seorang kerabat perempuan bahwa kebanyakan pria di unitnya menolak untuk berperang dan berusaha melarikan diri melintasi perbatasan Rusia.
"Saat ini ada 10 orang yang sedang menyiapkan (truk). (Mereka akan segera) naik (truk) dan menuju ke Belgorod, mereka sudah mendapatkan tabung bahan bakar diesel di sana dan meletakkannya di area kargo," kata tentara Rusia itu.
"Saya sudah berbicara dengan mereka dan, jika ada, mereka akan menjemput saya di jalan dan saya akan pergi bersama mereka," katanya.
Sebagai informasi, bulan lalu pengadilan Rusia memerintahkan 100 perwira Garda Nasional diberhentikan setelah mereka menolak bertempur di Ukraina pada Februari.
Baca juga: Dobrak Basemen Persembunyian Warga Ukraina, Tentara Rusia Beri Pilihan Keluar atau Diam dan Mati
Baca juga: Kasus Rudapaksa Wanita Ukraina oleh Tentara Rusia Meningkat, Pemerintah Kiev Tak Tinggal Diam
Tentara Rusia Ditembak Mati Jika Menyerah
Di sisi lain, seorang tentara Rusia yang ditahan oleh pemerintah Ukraina mengaku para tentara Rusia selalu diikuti oleh pasukan eksekutor yang siap membunuh jika ada tentara Rusia yang desersi.
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, seorang komandan tank Rusia bahkan menyerah di hadapan pasukan Ukraina dan menyatakan ingin membelot.
Tentara Rusia tersebut mengaku akan ditembak mati jika pulang ke negaranya sendiri.
Penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina, Victor Andrusiv menjelaskan, kru tank komandan yang menyerah tersebut telah kabur ke rumahnya masing-masing.
"Dia tidak bisa pulang ke rumah karena atasannya mengatakan akan menembaknya dan mengatakan dia telah gugur di medan perang," ujar Andrusiv.
Menurut keterangan Andrusiv, komandan yang menyerah itu mengaku logistik pasukan Rusia semakin menipis dan moral pasukan kian menurun.
Andrusiv menyampaikan, para tentara Rusia yang membelot akan diberikan 10 ribu dollar AS plus diberikan tempat tinggal lengkap dengan televisi, telepon, dapur dan kamar mandi.
Mendagri Ukraina, Densy Monastrysky menyampaikan ada banyak kasus tentara Rusia menyerah secara sukarela.
Di sisi lain, sejumlah tentara Rusia yang telah ditangkap di Ukraina memberikan pengakuan mereka muak atas pimpinan mereka Presiden Rusia Vladimir Putin.
Para tentara Rusia tersebut juga mengancam sekembalinya dari Ukraina mereka siap untuk melawan balik Putin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pasukan-tentara-rusia-berpatroli-di-kota-mariupol-ukraina.jpg)