Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Tentara Rusia Nekat Atur Sandiwara Kawin Kontrak agar Bebas dari Medan Perang Ukraina

Pasukan Rusia yang mengalami demoralisasi di Ukraina dilaporkan sedang merencanakan cara untuk keluar dari negara itu.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
AFP/ Alexander Nemenov
Pasukan tentara Rusia terlihat menyisir jalan saat berpatroli di kota Mariupol, Ukraina, diunggah Senin (18/4/2022). Terbaru, seorang tentara Rusia kedapatan mengatur sandiwara untuk dapat bebas tugas dari Ukraina, Rabu (8/6/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Pasukan Rusia yang mengalami demoralisasi di Ukraina dilaporkan sedang merencanakan cara untuk keluar dari negara itu.

Badan intelijen Ukraina mengatakan upaya termasuk sandiwara untuk mengatur pernikahan palsu.

Dilansir TribunWow.com dari Daily Mail, Rabu (8/6/2022), seorang analis mengatakan bahwa militer Rusia kewalahan akibat moral pasukan yang rendah dan bisa segera kehabisan unit siap tempur saat perang di Ukraina memasuki hari ke-105.

Baca juga: VIDEO Detik-detik Pasukan Terjun Payung Ukraina Hancurkan Gudang Amunisi Rusia, Api Berkobar Tinggi

Baca juga: Ukraina Tuding Rusia Tahan Ratusan Orang di Bawah Tanah, Disiksa dan Diperlakukan Tak Manusiawi

Rekaman percakapan antara seorang tentara Rusia dan temannya yang disadap mengungkapkan bahwa para tentara mengaku tidak punya pilihan sama sekali.

Terungkap juga fakta bahwa banyak tentara yang telah melakukan upaya yang gagal untuk dipecat.

Melalui rekaman audio dirilis oleh Layanan Keamanan Ukraina (SBU), seorang tentara Rusia sempat membahas mengenai hal tersebut.

Ia menilai para tentara hanya akan dibebas tugaskan jika terluka, terbunuh, atau ada perintah resmi untuk mundur.

Dia menambahkan bahwa dia sendiri telah mencoba untuk mengatur pernikahan palsu dalam upaya untuk menghindari konflik.

"Saya sudah memberi tahu salah satu teman wanita saya, 'Ajukan aplikasi ke kantor pencatatan nikah. Saya akan memberi tahu mereka tentang hal itu di sini," tutur tentara tersebut.

"Dia berkata, 'Tidak, itu bukan pilihan'."

"Semua orang di sini mencoba segala cara yang mungkin (untuk keluar) tapi tidak mungkin."

Seorang juru bicara dari SBU mengklaim semakin banyak tentara Rusia mencari alasan untuk kembali ke rumah karena komandan memperketat pembatasan cuti.

Menurut panggilan lain yang disadap oleh dinas intelijen, seorang pria yang diyakini sebagai tentara Rusia terdengar mengatakan bahwa pasokan air mereka telah berhenti.

"Kami duduk di sini tanpa air. Akhir-akhir ini cuaca semakin panas. Sekarang ada panas dan orang-orang juga duduk dengan kaget. Depresi secara moral," tutur tentara tersebut.

Dia juga terdengar mengatakan tentara mengenakan seragam yang sama dengan yang mereka kenakan di musim dingin.

Halaman 1/3
Tags:
RusiaUkrainaTentaraKawin Kontrak
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved