Konflik Rusia Vs Ukraina
Kelanjutan Wacana Pertemuan Zelensky dan Putin, Rusia Sebut Tak Perlu Temui Ukraina karena Hal Ini
Pihak Rusia buka suara atas proposal pertemuan langsung antara Presidennya, Vladimir Putin dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Pihak Rusia buka suara atas proposal pertemuan langsung antara Presidennya, Vladimir Putin dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Meski sebelumnya tampak setuju, Rusia kini justru cenderung memberikan penolakan.
Para pejabat Rusia pun bulat menyatakan pertemuan tingkat tinggi ini tak akan terjadi dalam waktu dekat.

Baca juga: Respons Janji Putin, Menlu Ukraina Sindir Presiden Rusia: Kata-katanya Kosong
Baca juga: Jubir Kremlin Ungkap Peluang Pertemuan antara Putin dan Zelensky untuk Bahas Perdamaian: Sudah Jelas
Dilansir TribunWow.com dari Ria Novosti, Rabu (8/6/2022), Dmitry Peskov, sekretaris pers Presiden Federasi Rusia memberi keterangan.
Ia menilai pihak Ukraina telah meninggalkan jalur negosiasi, dan oleh karena itu sekarang tidak perlu membicarakan kemungkinan mempersiapkan pertemuan antara Putin dan Zelensky.
"Posisi kami di sini sudah diketahui, setiap pertemuan tingkat tinggi harus merupakan hasil negosiasi, dan itu harus dipersiapkan dengan baik," tutur Peskov.
"Pihak Ukraina telah meninggalkan siklus negosiasi, dan oleh karena itu sekarang tidak perlu membicarakan kemungkinan persiapan pertemuan semacam itu,," imbuhnya.
Senada dengan Peskov, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, pertemuan antara kedua Presiden itu hanya mungkin dilakukan setelah proses negosiasi antara Moskow dan Kiev dilanjutkan.
"Kami melanjutkan dari asumsi bahwa tim perunding akan melanjutkan pekerjaan mereka terlebih dahulu," ujar Lavrov pada hari Rabu (8/6/2022) dalam konferensi pers setelah pembicaraan dengan rekannya dari Turki Mevlut Cavusoglu.
Dilansir TASS, Lavrov mengecam pendekatan presiden Ukraina terhadap negosiasi sebagai sikap yang tidak serius.
"Zelensky ingin bertemu untuk berunding. (Tapi) dia berubah pikiran setiap hari," tuding Lavrov.
Dimulainya kembali dialog ini tergantung pada posisi Kiev, yang belum memberikan tanggapannya terhadap versi Rusia dari rancangan perjanjian, yang disajikan pada pertengahan April.
"Bola (keputusan-red) telah berada di tangan Ukraina selama hampir dua bulan sekarang," imbuhnya.
Adapun menurut Cavusoglu, Ankara melihat adanya peluang untuk melanjutkan negosiasi antara Moskow dan Kiev.
Pihaknya pun siap untuk mengatur pertemuan antara presiden Rusia dan Ukraina.
Menteri itu mencatat bahwa Turki memahami ketidakpuasan Ukraina atas penolakan republik untuk bergabung dengan sanksi anti-Rusia, tetapi pihaknya berusaha sejak awal untuk mempertahankan posisi yang seimbang dan tidak mencoba untuk menyenangkan salah satu pihak.
Baca juga: Sebut Putin Sudah Frustasi, CIA Peringatkan Rusia akan Gunakan Senjata Nuklir di Ukraina
Baca juga: Klaim Invasi Rusia di Ukraina Sesuai Rencana, Putin Tetap Lancarkan Serangan sampai Hal Ini Tercapai
Syarat agar Putin Bersedia Temui Zelensky
Rusia menekankan Presiden Vladimir Putin tak pernah menolak untuk bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Namun, Putin sempat menyatakan bahwa sikap Ukraina telah mencederai perundingan damai.
Karenanya, ada beberapa kondisi yang harus ditepati Kiev sebelum berbicara langsung dengan pimpinan Moskow.
Dilansir TribunWow.com dari TASS, Kamis (14/4/2022), Juru Bicara Kepresidenan Dmitry Peskov
mengatakan Putin pada prinsipnya tidak pernah menolak untuk mengadakan pertemuan dengan Zelensky.
Tetapi sebuah dokumen harus sudah disusun sebelum pertemuan tersebut diatur.
"Tidak ada novasi rinci mengenai masalah ini," kata Peskov.
"Kami telah membicarakan tentang pertemuan ini dengan mengatakan bahwa pada prinsipnya presiden (Rusia) tidak pernah menolaknya, tetapi kondisi tertentu harus diatur sebelum pertemuan ini, yaitu adanya teks dokumen."
Hal ini diungkapkan menyusul proposal Turki untuk mengadakan pertemuan penentuan tersebut.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Selasa bahwa dia percaya bahwa hanya Ankara yang mampu membantu mencapai kemajuan dalam negosiasi yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina.
"Kami sedang melakukan negosiasi dengan para pihak dan mengupayakan untuk mengatur pertemuan," kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan dalam sebuah wawancara dengan NTV, Kamis (14/4/2022).
Menurut diplomat tersebut, pertemuan semacam itu tergantung pada kesepakatan pemimpin Rusia.
Cavusoglu percaya bahwa kemungkinan pertemuan para pemimpin Rusia dan Ukraina bukanlah prospek yang jauh.
Namun, Presiden Rusia Putin mengatakan pada hari Selasa, bahwa Kiev mendorong negosiasi dengan Moskow ke jalan buntu lagi dengan menyimpang dari kesepakatan yang dicapai di Istanbul.
Diketahui, perundingan Rusia-Ukraina dimulai pada 28 Februari dengan beberapa pertemuan antara kedua delegasi diadakan di Belarus.
Kemudian, para perwakilan negara melanjutkan kontak melalui konferensi video.
Pada 29 Maret, putaran pembicaraan tatap muka baru diadakan di Istanbul.(TribunWow.com/Via)