Konflik Rusia Vs Ukraina
Respons Janji Putin, Menlu Ukraina Sindir Presiden Rusia: Kata-katanya Kosong
Menlu Ukraina meminta publik jangan percaya dengan kata-kata ataupun janji yang diucapakan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba memperingatkan publik soal janji yang diucapkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
Ia meminta publik tidak memercayai kata-kata yang diucapkan oleh Putin.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kuleba setelah Putin berkomentar soal konflik di Ukraina.
Baca juga: Ragu Kirim Tank ke Ukraina, Jerman Khawatir Zelensky Kelewat Batas jika Menang Lawan Rusia
Baca juga: Sergap Pasukan Militer Putin di Jembatan, Ukraina Rilis Foto Jasad Jenderal Tentara Rusia
Dikutip TribunWow.com dari Sky News, Putin diketahui menyatakan bahwa pasukan militer Rusia tidak akan menggunakan jalur perdagangan untuk menyerang pelabuhan kunci Odesa.
Odesa diketahui merupakan pelabuhan terbesar di Ukraina yang vital bagi Ukraina untuk mengirim gandum dan komoditi lainnya.
"Putin mengatakan dia tidak akan menggunakan jalur perdagangan untuk menyerang Odesa," kata Kuleba.
"Ini adalah Putin yang sama yang berbicara ke Kanselir Jerman Scholz dan Presiden Macron bahwa dia tidak akan menyerang Ukraina, beberapa hari sebelum melancarkan invasi berskala besar ke negara kami."
"Kita tidak dapat memercayai Putin, kata-katanya kosong," ujar Kuleba.
Di sisi lain, pemerintah Rusia menegaskan pihaknya tak bisa memercayai pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov.
Sementara itu media Rusia rt.com menyoroti rekam jejak Zelensky yang dulu pernah jadi pelawak.
Dikutip TribunWow.com dari rt.com, Amerika Serikat (AS) diketahui telah mengirimkan sebuah sistem senjata peluncur roket kepada Ukraina yakni M142 HIMARS.
Pemerintah AS berpesan kepada Ukraina agar senjata peluncur roket canggih tersebut tidak digunakan untuk menyerang wilayah yang masuk ke teritorial Rusia.
Zelensky pun telah mengiyakan permintaan AS tidak akan menggunakan senjata bantuan itu untuk menyerang ke dalam Rusia.
"Kami tidak tertarik dengan apa yang terjadi di dalam Rusia, kami hanya peduli dengan teritorial kami di Ukraina," kata Zelensky, Rabu (1/6/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2merujuk-ke-senjata-nuklir-pada-rabu-2742022.jpg)