Konflik Rusia Vs Ukraina
Respons Janji Putin, Menlu Ukraina Sindir Presiden Rusia: Kata-katanya Kosong
Menlu Ukraina meminta publik jangan percaya dengan kata-kata ataupun janji yang diucapakan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Acara ini dilanjutkan secara langsung setelah dua tahun absen karena pandemi COVID-19, yang juga menunda pertemuan tahun ini dari slot musim dingin biasanya.
Bagi para peserta, ada banyak hal yang harus ditangani di tengah melonjaknya harga makanan dan bahan bakar, perang Rusia di Ukraina, perubahan iklim, ketidaksetaraan, dan krisis kesehatan yang terus-menerus.
Tetapi sulit untuk memprediksi apakah diskusi dengan pemikiran tinggi akan menghasilkan pengumuman substansial yang membuat kemajuan pada tantangan paling mendesak di dunia.
"Perang ini benar-benar titik balik sejarah, dan itu akan membentuk kembali lanskap politik dan ekonomi kita di tahun-tahun mendatang," kata pendiri acara tersebut, Klaus Schwab.
Zelensky, yang menerima tepuk tangan meriah setelah sambutannya, menegaskan kembali bahwa Rusia memblokir pasokan makanan penting, seperti gandum dan minyak bunga matahari, akibat blokade pelabuhan.
Diketahui, Ukraina, bersama dengan Rusia, adalah pengekspor utama gandum, jelai dan minyak bunga matahari.
Gangguan pasokan itu mengancam ketahanan pangan di negara-negara di Afrika, Timur Tengah dan sebagian Asia yang bergantung padanya. (TribunWow.com/Anung/Via)
Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2merujuk-ke-senjata-nuklir-pada-rabu-2742022.jpg)