Konflik Rusia Vs Ukraina
Jubir Kremlin Ungkap Peluang Pertemuan antara Putin dan Zelensky untuk Bahas Perdamaian: Sudah Jelas
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengungkapkan, peluang pertemuan untuk membahas perdamaian antara Presiden Rusia dan Presiden Ukraina.
Editor: Tiffany Marantika Dewi
TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengungkapkan, pertemuan untuk membahas perdamaian antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky saat ini tidak mungkin terjadi.
Dilansir Tribunnews.com, hal ini disampaikan Peskov dalam wawancara terbarunya dengan Radio Mayak, Rabu (8/6/2022).
Peskov menuturkan, setiap pertemuan yang mengarah pada perdamaian harus dipersiapkan dengan matang.
Baca juga: 480 Tentara Ukraina Tewas hingga 11 Drone Hancur, Rusia Ungkap Daftar Korban Konflik di Donbas
Terlebih, menurut Peskov, Ukraina sudah jauh melangkah meninggalkan negosiasi damai yang sempat terjadi di antara kedua negara.
Untuk itu, pertemuan antara kedua negara untuk membahas negosiasi damai saat ini tidak mungkin terjadi.
"Posisi kami sudah jelas. Setiap pertemuan harus produktif dan dipersiapkan dengan baik," kata Peskov dikutip dari Ukrainska Pravda.
"Kita tahu bahwa pihak Ukraina telah meninggalkan jalur negosiasi."
"Itu sebabnya kami tidak berbicara sekarang tentang kemungkinan mempersiapkan pertemuan tingkat atas seperti itu," ujar Peskov.
Seperti diketahui, Zelensky meyakini hanya Putin yang dapat mengakhiri perang Rusia melawan Ukraina.
Bahkan, Presiden Ukraina itu telah berulang kali menawarkan pemimpin Rusia untuk bertemu, tetapi Putin selalu menolak.
Baca juga: Rusia Buka-bukaan soal Pemicu Krisis Pangan Dunia, Milisi Ukraina Bakar Persediaan Gandum
Ukraina pun mengklaim kemustahilan mengadakan pertemuan tampaknya terkait dengan fakta bahwa Putin tidak siap melepaskan niat agresifnya, meskipun Rusia kalah dalam perang.
Sebaliknya, Putin saat ini mencoba merebut sebanyak mungkin wilayah Ukraina.
Bagi Ukraina, sebenarnya pembicaraan damai tidak ada gunanya saat ini.
Hal itu lantaran Rusia tidak akan menarik pasukan, tetapi sibuk mencari konsesi teritorial dari Ukraina dan membuatnya meninggalkan jalur geopolitik yang dipilihnya.
Terlebih, saat ini Rusia juga menolak untuk berbicara tentang Krimea dan Donbas yang diduduki.