Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Hubungi Pengacara, Tentara Rusia di Ukraina Protes Sudah Berbulan-bulan Tak Bertemu Istri

Tentara dan prajurit pro Rusia mulai banyak yang mengeluh berada dalam kondisi tak nyaman selama konflik berlangsung.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Twitter/Dailymail.co.uk
Ekspresi dingin tentara Rusia saat menerima penghargaan dari Wakil Menteri Pertahanan Rusia atas jasa di konflik Rusia-Ukraina. Ilustrasi tentara Rusia korban konflik di Ukraina. 

TRIBUNWOW.COM - Keluhan dan protes mulai berdatangan dari tentara dan prajurit pro Rusia terhadap kondisi mereka selama berperang di Ukraina.

Seorang tentara Rusia bahkan telah berbicara kepada pengacara mengeluhkan kondisi yang kini ia rasakan.

Protes yang disampaikan beragam, mulai dari kelaparan, kedinginan, hingga menderita penyakit keras.

Baca juga: Tolak Kirim Ukraina Iron Dome agar Tetap Harmonis dengan Rusia, Israel Diminta Keluar Zona Nyaman

Baca juga: Angela Merkel Tak Menyesal Pernah Tolak Ukraina Masuk NATO, Mantan Kanselir Jerman Ungkap Alasan

Dikutip TribunWow.com dari Guardian.com, seorang prajurit pro Rusia bercerita, untuk jangka waktu cukup lama ia dan rekan-rekannya bertahan hidup tanpa bantuan medis dan makanan.

Prajurit pro Rusia yang berasal dari Donetsk itu turut mengeluhkan bagaimana rekan-rekan seperjuangannya banyak yang menderita penyakit kronis hingga masalah kejiwaan.

Sementara itu seorang tentara Rusia bernama Andrei yang ditempatkan di dekat Kiev/Kyiv mengeluhkan kelelahan yang luar biasa.

Ia juga mengaku telah menghubungi pengacaranya memprotes dirinya sudah tak melihat istrinya selama beberapa bulan.

"Ini begitu melelahkan, seluruh unit ku ingin istirahat tetapi pemimpin kami mengatakan mereka tidak bisa mengganti kami sekarang," kata Andrei.

Andrei mengatakan, tiga bulan yang ia habiskan berperang di Ukraina terasa lebih lama dibandingkan empat tahun saat ia berdinas di waktu damai.

Sebelumnya, dua tentara Rusia ditetapkan sebagai pelaku kejahatan perang seusai ditangkap oleh pasukan militer Ukraina.

Alexander Ivanov (21) dan Alexander Bobykin (26) ditempatkan dalam sebuah ruangan kaca saat dihadirkan dalam pengadilan di Ukraina.

Baca juga: Dikirimi Pemerintah AS Surat, Dubes Rusia Ngaku Dibujuk Berkhianat dan Diminta Kecam Putin

Baca juga: Dianggap Rusia Ceroboh, AS Disebut Tak Pedulikan Risiko saat Kirim Ukraina Senjata

Saat dipertontonkan ke publik, kedua tentara Rusia itu mengatakan di depan media bahwa mereka menyalahkan Presiden Rusia Vladimir Putin atas konflik yang terjadi di Ukraina.

Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, keduanya juga menyebut perang di Ukraina adalah sebuah kegagalan.

Ivanov dan Bobykin ditetapkan sebagai pelaku kejahatan perang karena menembak 38 misil ke pemukiman warga sipil dan sekolah di awal-awal konflik terjadi.

Keduanya menerima vonis hukuman penjara 12 tahun.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved