Breaking News:

Terkini Nasional

Tiket Borobudur Naik Jadi Rp 750 Ribu, Sandiaga Tegaskan Bukan Cari Untung: Ini Peradaban Dunia

Baru-baru ini masyarakat Indonesia dibuat heboh oleh pengumuman naiknya biaya wisata naik stupa di Borobudur menjadi Rp 750 ribu.

Instagram/@sandiuno
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memberikan penjelasan soal konsep wisata halal, lewat akun Twitter-nya, Senin (5/7/2021). 

TRIBUNWOW.COM - Masyarakat Indonesia sempat dibuat geger oleh naiknya tiket wisata di objek wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Tiket yang mengalami kenaikan diketahui merupakan biaya naik ke stupa yakni menjadi Rp 750 ribu.

Menanggapi hal ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menegaskan pemerintah tidak bertujuan untuk mencari keuntungan.

Petugas Balai Konservasi Borobudur menyemprot cairan disinfektan di sekujur tubuh Candi Borobudur, Senin (16/3/2020).
Petugas Balai Konservasi Borobudur menyemprot cairan disinfektan di sekujur tubuh Candi Borobudur, Senin (16/3/2020). (TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri)

Baca juga: Menangis dan Memohon demi Lindungi Warga Ukraina, Tentara Rusia Ditembak Mati Rekannya

Baca juga: Bahas Ceker Setan hingga Martabak Manis, Agnez Mo Dipuji Sandiaga Uno: Go Internasional

Dikutip TribunWow.com, pernyataan ini disampaikan oleh Sandi pada akun Instagram miliknya @sandiuno, Selasa (7/6/2022).

Sandi menjelaskan kenaikan tiket untuk naik stupa di Borobudur telah diperhitungkan dan dikaji dari berbagai aspek.

Ia menegaskan alasan utama kenaikan tiket untuk naik ke stupa dikarenakan ingin melestarikan Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia.

Berikut caption lengkap yang ditulis Sandi:

"Borobudur lebih dari sekadar destinasi, ini peradaban dunia yang perlu dilestarikan!

Kerja keras kita untuk membangkitkan ekonomi, membuka peluang usaha dan lapangan kerja yang berkelanjutan bagi masyarakat, dan tetap memperhatikan kelestarian alam dan budaya!

Kita harus memikirkan bagaimana dampak sosio-ekonomi masyarakat dari pariwisata yang kita jalankan, yaitu pariwisata yang berkualitas dan berbasis komunitas. Fokus kepada pemulihan ekonomi masyarakat sekitar dengan mengedepankan aspek edukasi dan sustainability.

Candi Borobudur ini sudah berusia ribuan tahun, dan sangat terdampak karena kunjungan wisatawan yang sangat banyak, serta menimbulkan keausan ekosistem dari bangunannya. Oleh karena itu, untuk melestarikan Candi Borobudur, kapasitas kunjungan juga harus dibatasi guna meminimalkan kerusakan.

Pembatasan kunjungan menjadi 1.200 orang ini bukan pendekatan komersial, namun hasil kajian dari para ahli. Sebagai upaya memastikan Borobudur sebagai situs warisan budaya dunia yang harus kita jaga, demi pariwisata berkelanjutan."

Sebagai informasi, tiket masuk ke kawasan wisata Borobudur masih sama yakni Rp 50 ribu.

Tiket seharga ratusan ribu itu hanya dikenakan untuk wisatawan domestik yang ingin naik ke stupa.

Sementara itu wisatawan asing dikenakan biaya Rp 1,45 juta. (TribunWow.com/Anung)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Agar Tak Salah Paham soal HTM Candi Borobudur, Tiket Masuk Masih Rp 50.000, Tiket Naik ke Stupa Rp 750.000"

Sumber: TribunWow.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved