Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Zelensky Terancam Dipenggal Militernya Sendiri, Buntut Isu akan Serahkan Wilayah Ukraina ke Polandia

Belarus mengklaim Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dikabarkan telah berkonflik dengan militernya sendiri.

Tayang:
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Layanan Pers Kepresidenan Ukraina
Mengenakan rompi antipeluru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilik bangunan yang hancur di Kharkiv dan sekitarnya, tempat pasukan Rusia mundur dalam beberapa pekan terakhir, Minggu (29/5/2022). Terbaru, Zelensky diisukan terancam dihabisi militernya sendiri buntut kesepakatan dengan Polandia, Jumat (3/6/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Belarus mengklaim Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memiliki alasan untuk mengkhawatirkan militernya sendiri.

Presiden Belarus Alexander Lukashenko juga mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa Polandia ingin merebut sebagian wilayah Ukraina.

Namun, ia mengatakan militer Ukraina akan 'memenggal' siapa pun untuk mencegah hal ini, termasuk Zelensky.

Presiden Rusia Vladimir Putin saat menyambut kedatangan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko pada 18 Februari 2022.
Presiden Rusia Vladimir Putin saat menyambut kedatangan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko pada 18 Februari 2022. (YouTube Daily Mail)

Baca juga: Belarus Tuding Ukraina Serang Perbatasan, Isyarat akan Bergabung dengan Tentara Rusia?

Baca juga: Sebut Ukraina Sudah Dibagi-bagi oleh Barat, Presiden Belarus Sebut Ancaman NATO dan Dukungan Rusia

Dikutip TribunWow.com dari RT, Sabtu (4/6/2022), Lukashenko menyebut Zelensky sedang berseberangan dengan pihak militernya.

Hal ini terjadi di tengah kekalahan yang diderita, di mana pihak Rusia masih terus saja menggerogoti wilayah Ukraina di sebelah timur dan berhasil menduduki sejumlah kota.

"Menurut informan saya, konfrontasi dan konflik serius dimulai antara Zelensky dan militer Ukraina," kata Lukashenko kepada wartawan di Minsk, Jumat (3/6/2022).

Dia menambahkan bahwa militer Ukraina memahami apa yang akan terjadi jika memerangi Rusia dan tahu bahwa mereka tidak akan dapat terus melakukannya lebih lama lagi.

Memperhatikan bahwa Rusia telah mengubah taktik, Lukashenko menunjukkan bahwa Ukraina kehabisan pasukan.

Karenanya, ia menilai negara itu harus bergantung pada milisi pertahanan teritorial untuk menutup celah di garis depan.

Sementara itu, ia menuding Zelensky membuat kesepakatan dengan Polandia dengan memberikan sepotong wilayah di bagian barat Ukraina yang pernah berada di bawah kekuasaannya.

Tetapi, nasionalis Ukraina serta militer, tidak senang dengan ini dan menentang keras kebijakan Zelensky.

"Mereka melihat bahwa dia memberikan status (khusus) kepada Polandia, yang merupakan langkah menuju kehilangan wilayah barat," kata Lukashenko.

Ia mengaku yakin militer Ukraina dan nasionalis bersedia untuk memenggal kepala siapa pun yang akan memecah belah negara, termasuk Zelensky.

"Saya sudah memperingatkan tentang ini sejak lama. Lihat, itu terjadi. Seperti yang saya katakan, pada waktunya mereka akan meminta kami dan Rusia untuk melindungi Ukraina," ujar Lukashenko.

Pemimpin Belarusia bulan lalu memperingatkan tentang dugaan konspirasi Polandia di wilayah Ukraina.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Tags:
Volodymyr ZelenskyUkrainaRusiaPolandia
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved