Konflik Rusia Vs Ukraina
Jika Rusia Terus Kalah dari Ukraina, Putin Disebut akan Menunjukkan Sifat Brutalnya
Politisi asal Inggris menyebut Putin kemungkinan akan menunjukkan kebrutalannya apabila Rusia semakin terdesak dan kalah dari Ukraina.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Bill Browder, seorang aktivis politik yang dijuluki sebagai musuh sejati Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan risiko apabila posisi Rusia dalam konflik di Ukraina semakin kalah dan buruk.
Browder memperingatkan, ada kemungkinan Putin akan berlaku brutal tak peduli menang atau kalah jika Rusia semakin terdesak.
Menurut aktivis politik Inggris itu posisi Rusia dalam konflik di Ukraina tengah dalam kondisi yang merugikan atau kalah.

Baca juga: 3 Bulan Konflik di Ukraina, Korban Jiwa Tentara Rusia Mirip Perang 9 Tahun Uni Soviet di Afghanistan
Baca juga: Sebut Penolakan Barat Jadi Akar Perang Rusia dan Ukraina, Politisi Jerman: AS Menertawakan Kami
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, Browder menyebut Rusia sudah gagal dalam bidang strategi militer.
Browder turut menyoroti bagaimana sektor ekonomi Rusia juga tak luput dari serangan.
"Saya menduga langkah selanjutnya Putin adalah sebuah langkah dramatis, jika tidak memberikannya keunggulan, setidaknya menunjukkan seberapa brutal dirinya (Putin)," kata Browder.
Langkah ini disusul mobilisasi penuh tentara cadangan Rusia, bahkan senjata biologis, kimia, hingga nuklir.
"Dia memiliki kapabilitas untuk melakukan itu semua," ujar Browder.
Di sisi lain, konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina disebut tidak hanya akan merugikan kedua negara tersebut.
Presiden Serbia Aleksandar Vucic memperingatkan hampir 1/4 atau 25 persen populasi manusia di bumi terancam kelaparan akibat konflik antara Rusia dan Ukraina.
Pernyataan ini disampaikan oleh Vucic pada acara pameran pertanian internasional di Novi Sad pada Sabtu (21/5/2022).
Dikutip TribunWow.com dari rt.com, Vucic memperingatkan, jika sampai terjadi kelaparan maka akan ada masalah baru yang tercipta.
Menurut keterangan Vucic, ancaman kelaparan pada musim dingin mendatang akan menjadi yang terburuk sejak 70 tahun terakhir.
Baca juga: Pria yang Dijuluki Musuh Sejati Putin Sebut Konflik di Ukraina akan Terus Berlangsung hingga 8 Tahun
Turut hadir dalam acara tersebut, Presiden Hungaria, Viktor Orban.
Orban dalam acara itu mengungkit naiknya harga bahan dasar makanan akibat konflik Rusia dan Ukraina.