Breaking News:

Penyakit Hepatitis

IDI Sebut Hepatitis Akut Bisa Membuat Gagal Liver, Ini Bedanya dengan Hepatitis A, B, C, D, E?

Ketua Satgas Covid-19 PBID Zubairi Djoerban mengatakan gejala yang ditimbulkan hepatitis akut mirip dengan hepatitis sebelumnya.

Editor: Lailatun Niqmah
World Today News
Ilustrasi hepatitis akut pada anak. Ketua Satgas Covid-19 PBID Zubairi Djoerban mengatakan gejala yang ditimbulkan hepatitis akut mirip dengan hepatitis sebelumnya. 

TRIBUNWOW.COM - Belum selesai dengan pandemi Covid-19, dunia kini diresahkan dengan kemunculan hepatitis akut atau hepatitis misterius.

Penyebab pasti hepatitis akut hingga saat ini masih belum diketahui dan masih dilakukan penyelidikan.

Di Indonesia sendiri, saat ini ada puluhan kasus suspek hepatitis akut.

Baca juga: Muncul Temuan 21 Kasus Diduga Hepatitis Akut di Jakarta, Apakah Bisa Menular ke Orang Dewasa?

Masyarakat yang masih awam pun banyak bertanya-tanya, apa bedanya hepatitis akut dengan hepatitis biasa atau yang sebelumnya sudah ada, seperti hepatitis A, B, C, D, dan E?

Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mengatakan gejala yang ditimbulkan hepatitis akut mirip dengan hepatitis sebelumnya.

Namun saat diperiksa dan dites dilaboratorium tidak ditemukan atau negatif hepatitis A, B, C, D, dan E.

"Penyakit hepatitis akut berat ini dapat membuat gagal liver yang terpaksa harus dicangkok," kata dia dalam konferensi pers virtual, Jumat (14/5/2022).

Di Inggris misalnya, dilaporkan ada 11 pasien yang harus menjalani transplantasi hati.

Sementara di Amerika ada 14 persen dari 109 pasien.

Baca juga: Apa Itu Hepatitis Akut? Simak Penjelasan dan Gejala-gejalanya, Waspada saat Anak Diare Mendadak

"Jadi hampir sama ada belasan anak yg dicangkok. Jadi memang kondisi hepatitis akut berat ini kalau pas diperiksa hepatitis yang diketahui (A-E ternyata negatif)," ungkapnya.

Dokter Spesialis anak RSIA Bunda Jakarta dan Ahli Gastro Hepatologi Ariani Dewi Widodo memaparkan, dampak yang ditimbulkan dari hepatitis akut ini adalah kerusakan hati.

Apabila terjadi kerusakan hati, maka fungsi hati yang tentu sangat penting bagi tubuh ini bisa terganggu.

Contohnya pertama gangguan pembekuan darah.  Jadi bisa terjadi risiko perdarahan yang lebih tinggi.

Kedua gangguan pembentukan beberapa protein sehingga mengganggu metabolisme tubuh dan hati itu mempunyai fungsi lain juga misalnya metabolisme dalam tubuh.

"Karena itu organ hati ini penting bagi tubuh kita," ucapnya. (*)

Berita terkait Hepatitis Akut

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Beda Hepatitis Akut Berat dengan Hepatitis Biasa A, B, C, D, dan E

Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved