Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Beredar Video 8 Warga Sipil di Bucha Digiring sebelum Dieksekusi Tentara Rusia

Sebuah media asal Amerika Serikat tengah melakukan investigasi terhadap video tentara Rusia diduga melakukan pembantaian di Bucha.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
The New York Times
Video tentara Rusia diduga melakukan pembantaian warga sipil di Bucha, Ukraina. 

TRIBUNWOW.COM - Sebuah investigasi tengah dilakukan oleh media asal Amerika Serikat (AS) yakni New York Times.

New York Times menerima sejumlah video yang diduga dapat menjadi bukti tentara Rusia melakukan pembantaian warga sipil di Bucha, Ukraina.

Dalam video tersebut terekam mulai dari warga sipil masih dalam kondisi hidup hingga tewas.

Video tentara Rusia diduga melakukan pembantaian warga sipil di Bucha, Ukraina.
Video tentara Rusia diduga melakukan pembantaian warga sipil di Bucha, Ukraina. (The New York Times)

Baca juga: Suaminya Dibunuh Tentara Rusia, Wanita di Ukraina Sempat Merasa Kasihan ke Pelaku

Baca juga: Putin Puji Perjuangan Para Tentara Rusia yang Muslim di Ukraina: Menunjukkan Keberanian

Dikutip TribunWow.com dari Aljazeera.com, video ini diunggah oleh New York Times lewat akun Twitter-nya yakni @nytimes, Jumat (20/5/2022).

Pada video itu tertulis tanggal rekaman yakni 4 Maret 2022 saat para warga sipil itu masih hidup, lalu tanggal 5 Maret 2022 ketika mereka telah tewas.

Awalnya terekam delapan warga sipil digiring oleh sejumlah tentara Rusia.

Mereka berbaris berjalan sambil menunduk ke bawah.

Satu tangan mereka memegangi pinggang orang yang di depan, sedangkan tangan lainnya memegangi kepala.

Seorang tetnara Rusia terdengar menyampaikan makian sambil meminta agar warga tersebut terus berjalan.

Kemudian, warga tersebut dipaksa tidur di tanah.

Saksi mata melaporkan, para tentara Rusia itu membawa para warga ke bangunan kantor terdekat yang diketahui dijadikan Rusia sebagai markas militer.

Selanjutnya terdengar suara tembakkan dan para warga yang tadi dibawa masuk tidak pernah terlihat lagi.

Keesokannya, sebuah drone merekam sejumlah jasad warga ditempatkan di samping bangunan tersebut.

Dari ciri-ciri fisik seperti pakaian yang digunakan, jasad-jasad itu adalah warga yang kemarin baru saja digiring masuk ke dalam gedung.

Baca juga: Sendirian Protes soal Konflik di Ukraina, Warga Rusia Tuliskan Ini di Dinding Pusat Perbelanjaan

Putin Diduga Hilangkan Saksi

Diketahui, pihak militer Rusia mengirim brigade ke- 64 yang sebelumnya ditugaskan di Bucha, ke garis depan di Donbas, Ukraina.

Beberapa di antaranya termasuk sejumlah tentara yang ditetapkan sebagai tersangka pelaku kekerasan di Bucha.

Pihak Militer Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan sengaja tak melakukan rotasi untuk melenyapkan para tersangka.

Dilansir TribunWow.com dari Daily Mail, Jumat (29/4/2022), lebih dari 400 mayat yang dimutilasi, disiksa dan dibunuh ditemukan di Bucha beberapa hari setelah pasukan Rusia mundur.

Muncul laporan tentang kejahatan perang yang meluas di pinggiran kota Kyiv meliputi rudapaksa para wanita Ukraina.

Kementerian pertahanan Ukraina telah merilis 10 data tentara Rusia yang ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka adalah pasukan yang tergabung dalam brigade ke-64 Rusia.

Namun, pemimpin brigade 'Jagal dari Bucha' Rusia, komandan Azatbek Omurbekov, justru dipromosikan dari Letnan Kolonel menjadi Kolonel penuh minggu lalu.

Itu terjadi meskipun anak buahnya dituduh melakukan pemerkosaan, penyiksaan dan eksekusi sipil.

Segera setelah menerima penghargaan, unit tersebut kemudian dipindahkan ke front Donbas timur, salah satu yang paling berbahaya dalam konflik.

Pertempuran mematikan sedang terjadi ketika pasukan Moskow berusaha untuk mengepung pasukan Ukraina yang membuktikan garis pertahanan yang teguh melawan dorongan Rusia dari timur.

Analis mengatakan Putin sengaja mengirim mereka ke garis depan untuk membuat mereka menghilang.

Dengan begitu mereka tidak akan pernah bisa dipaksa untuk bersaksi atas tuduhan kejahatan perang mereka.

Putin dikatakan tahu bahwa suatu hari mereka bisa diadili dan mengungkapkan skala kekejaman mereka.

Direktorat intelijen Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan pada awal bulan bahwa komandan Rusia menolak untuk merotasi brigade mereka dan bahwa brigade ke-64 yang berada di Belgorod di Rusia Barat siap untuk ditempatkan kembali.

Putin kemudian mengirim mereka ke garis depan antara Kharkiv dan Izyum, di mana para pejuang Ukraina yang ganas ditempatkan untuk membalas dendam pada brigade tersebut.

Menurut situs berita Ukraina Hromadske, sebagian besar tentara di unit tersebut memprotes pengiriman mereka yang begitu cepat setelah aksi mereka di Kyiv.

Baca juga: Rusia Diduga Pakai Panah Logam Senjata Era Perang Dunia I, Puluhan Warga Bucha Jadi Korban Tewas

Baca juga: Wali Kota Bucha Ungkap Bukti Kekejaman Rusia, Sebut 85 Persen Mayat Warga Ukraina Miliki Luka Tembak

Ukraina Rilis Identitas Pelaku Kejahatan Perang di Bucha

Para pejabat militer Ukraina membagikan foto dan mengungkapkan nama-nama tentara Rusia dari brigade ke-64.

Mereka dijuluki 'Sepuluh Orang Hina' lantaran diduga kuat melakukan kejahatan perang di Bucha.

Para tentara ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan tengah diselidiki keberadaannya.

Dilansir TribunWow.com dari Daily Mail, Jumat (29/4/2022), Kementerian Pertahanan Ukraina merilis identitas para tentara tersebut.

Pihaknya menuding sejumlah kengerian yang terjadi di Bucha merupakan ulah orang-orang tersebut.

"Sepuluh penjagal Rusia dari brigade ke-64 telah diidentifikasi dan ditetapkan sebagai tersangka yang bertanggung jawab atas pembantaian Bucha," tulis Kementerian Pertahanan Ukraina.

"Unit ini (telah) dianugerahi (penghargaan oleh Rusia) karena kekejamannya, dan kembali ke medan perang."

"Keadilan bagi penjahat perang tidak bisa dihindari."

Gambar-gambar mengerikan dari lusinan mayat di Bucha dan kota-kota lain di sekitar Kyiv, mengejutkan dunia ketika mereka muncul awal bulan ini.

Tak hanya pembunuhan dan penyiksaan, ada juga laporan pemerkosaan secara berkelompok yang dialami para gadis.

Di tengah kemarahan global atas pembunuhan tersebut, pemimpin brigade 'Jagal dari Bucha' Rusia, omandan Azatbek Omurbekov, dipromosikan dari Letnan Kolonel menjadi Kolonel penuh minggu lalu.

Itu terjadi meskipun anak buahnya dituduh melakukan pemerkosaan, penyiksaan dan eksekusi sipil.

"Kami tidak akan berhenti sampai kami membawa mereka masing-masing ke pengadilan," kata Jaksa Agung Ukraina Iryna Venediktova.

Kantor Jaksa Agung dan kantor berita Slidstvo menjelajahi internet untuk mencari informasi pribadi kesepuluh pria itu.

Berusia antara 24 dan 33 tahun, para kopral, sersan, dan prajurit di Brigade Bermotor ke-64 sekarang diperkirakan bertempur di Donbas.

Sepuluh orang tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

1. Kopral Andrei Bizyaev (33)

Ia dilaporkan telah bertugas di Tentara Merah selama lebih dari sepuluh tahun.

Dia berasal dari Khabarovsk di Rusia timur.

2. Prajurit Sergei Peskarev (24)

Peskarev memiliki bukti keanggotaan Brigade ke-64 di Facebook.

Dia bekerja di supermarket hingga November tahun lalu, dan mendaftar untuk berpartisipasi perang di Ukraina.

3. Kopral Dmitry Sergienko (27)

Sergienko tinggal di Voronezh, Rusia barat daya.

Dia memiliki seorang istri dan seorang putri yang masih kecil.

4. Prajurit Grigory Naryshkin (30)

Naryshkin adalah tentara lain yang secara pribadi dituduh melakukan kejahatan perang oleh Jaksa Agung.

Ia merupakan atlet dan seniman bela diri juga berasal dari wilayah timur jauh Rusia.

5. Sersan Nikita Akimov (25)

Berasal dari Komsomolsk di timur jauh, iadituduh secara pribadi menculik dan menyiksa warga yang tidak bersalah.

Dia memiliki seorang istri dan anak-anak dan telah memposting gambar selama invasi di Facebook.

6. Kopral Mikhail Kashin (24)

Menurut media sosialnya, ia memiliki seorang istri dan beberapa saudara perempuan dan berasal dari Votkinsk, Rusia barat.

Dia menghabiskan hari ulang tahunnya dengan tuduhan melakukan kejahatan perang di Bucha.

7. Prajurit Vasily Knyazev (24)

Berasal dari keluarga miskin di Yoshkar-Ola, Rusia barat, dia bergabung dengan tentara langsung setelah lulus sekolah.

Knyazev sempat memposting foto di Facebook di mana Brigade Bermotor ke-64 ditempatkan setelah menyerang Ukraina.

8. Prajurit Albert Radnaev (24)

Seperti Knyzaev, Radnaev juga bergabung dengan tentara langsung dari sekolah.

Ayahnya dilaporkan seorang tentara di Angkatan Darat Rusia, meskipun tidak diketahui apakah dia pergi berperang di Ukraina.

9. Sersan Junior Vyacheslav Lavrentyev (29)

Ia awalnya adalah seorang petugas pemadam kebakaran di Transbaikal, Rusia timur sebelum mendaftar untuk berperang di Ukraina.

Ironisnya meski ditetapkan tersangka, ia sempat memposting di Facebook: 'Jalani satu kehidupan - selamatkan ribuan.'

10. Kopral Semyon Maltsev (26)

Maltsev sejatinya adalah seorang penari.

Dia juga berasal dari wilayah timur jauh Rusia.

Pada bulan Februari, ia berhenti tur dengan kelompok tarinya dan mendaftar untuk bertarung di Ukraina.(TribunWow.com/Anung/Via)

Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyViralBuchaAmerika SerikatNew York Times
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved