Konflik Rusia Vs Ukraina
Rusia Diduga Pakai Panah Logam Senjata Era Perang Dunia I, Puluhan Warga Bucha Jadi Korban Tewas
Rusia diduga menggunakan senjata panah logam era Perang Dunia I saat melakukan serangan di Bucha, Ukraina.
Editor: Atri Wahyu Mukti
TRIBUNWOW.COM - Rusia diduga menggunakan senjata panah logam era Perang Dunia I saat melakukan serangan di Bucha, Ukraina.
Akibatnya, puluhan warga sipil tewas selama pendudukan Rusia di Bucha.
Hasil temuan pada mayat-mayat tersebut, para korban terbunuh karena panah logam kecil dari jenis peluru yang ditembakkan artileri Rusia.
Menurut ahli patologi dan koroner yang melakukan pemeriksaan postmortem pada mayat di kuburan massal di Bucha, panah logam kecil (fléchettes) itu tertanam di kepala dan dada korban.
Baca juga: Live Streaming Palsu hingga Manfaatkan Video Lama, Ini Konten Hoaks Rusia Vs Ukraina di TikTok
Baca juga: Putin Mulai Produksi Massal Rudal S-500 Prometheus, Disebut Tulang Punggung Pertahanan Udara Rusia
"Kami menemukan beberapa benda yang sangat tipis, seperti paku di tubuh pria dan wanita dan begitu juga rekan-rekan saya yang lain di wilayah itu," terang Vladyslav Pirovskyi, seorang dokter forensik Ukraina kepada Guardian, Senin (25/4/2022).
"Sangat sulit untuk menemukan mereka (panah) itu di dalam tubuh, mereka terlalu kurus. Mayoritas jasad ini berasal dari wilayah Bucha-Irpin," tambahnya.
Pakar senjata independen yang meninjau gambar panah logam tersebut mengonfirmasi bahwa itu adalah fléchettes.
Ini merupakan senjata anti-personil yang kerap digunakan selama era Perang Dunia I.
Anak panah logam kecil ini terkandung dalam tangki atau cangkang senjata lapangan.
Setiap cangkang dapat berisi hingga 8.000 fléchette.
Setelah ditembakkan, peluru akan meledak di atas tanah.
Sistem pengiriman dan metode peluncuran fléchette bervariasi, dari satu tembakan, hingga ribuan dalam satu putaran ledakan.
Fléchette yang umumnya sepanjang antara 3cm-4cm, terlepas dari cangkang dan menyebar dalam lengkungan berbentuk kerucut dengan lebar sekitar 300m dan panjang 100m.
Ketika berbenturan dengan tubuh, anak panah dapat membengkok menjadi kail, sedangkan bagian belakang anak panah, yang terbuat dari empat sirip, sering terlepas sehingga menyebabkan luka kedua.
Menurut sejumlah saksi di Bucha, peluru fléchette ditembakkan oleh artileri Rusia beberapa hari sebelum pasukan mundur dari daerah itu pada akhir Maret.