Konflik Rusia Vs Ukraina
Dituduh Lakukan Kekerasan Seksual ke Anak di Ukraina, Rusia Balik Bongkar Taktik Pasukan Ukraina
Pemerintah Rusia tegas membantah telah melakukan kekerasan kepada anak-anak saat melakukan invasi di Rusia.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Rusia buka suara soal tudingan melakukan kekerasan terhadap anak-anak di Ukraina.
Rusia tegas membantah pasukan militernya telah melakukan kekerasan saat operasi militer spesial di Ukraina.
Tak hanya membantah, Rusia balik membongkar taktik perang pasukan Ukraina yang justru sangat membahayakan nyawa anak-anak.
Baca juga: Ungkap Kekejaman Pasukan Azov Ukraina, Sukarelawan Perancis Lihat Sendiri Penyiksaan Tentara Rusia
Baca juga: Penyebab Dubes RI untuk Ukraina Ghafur Dharmaputra Meninggal Dunia, Disebut Berjasa Evakuasi WNI
Dikutip TribunWow.com dari rt.com, jawaban ini disampaikan oleh perwakilan Rusia untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Vassily Nebenzia.
Menurut penjelasan Nebenzia, tudingan ini disuarakan oleh Inggris dan beberapa negara lainnya.
Nebenzia menyebut tudingan itu tak berdasar dan tidak memiliki bukti yang kuat.
Ia bahkan mengutip pernyataan Daria Gerasimchuk selaku penasihat dari Presiden Komisioner Hak Asasi Anak Ukraina.
Kala itu Daria menjelaskan bahwa Kejaksaan Ukraina belum mengonfirmasi adanya bukti pasukan Rusia melakukan kejahatan perang.
Nebenzia kemudian mengungkit bagaimana pasukan militer Ukraina justru mengambil alih sekolah dan taman kanak-kanak yang diubah dijadikan fasilitas militer.
"Taktik perang tak manusiawi ini membahayakan nyawa anak-anak, merampas hak mereka untuk mendapat edukasi, dan menghancurkan infrastruktur edukasi Ukraina," ungkap Nebenzia.
Sebelumnya, pria bernama Vitalii Seleveni menunjukkan kedua tangannya yang berlumuran darah ke seorang tentara Rusia yang berhasil diamankan pasukan militer Ukraina.
Darah yang ada di tangan Vitalii ternyata bukanlah darah orang asing melainkan darah putranya sendiri yakni Dennis (15).
Dalam foto yang beredar, tentara Rusia yang ditahan itu tampak diam menatap Vitalii.
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, Sabtu (7/5/2022), kejadian ini diketahui terjadi di Kharkiv.
Sebelum serangan terjadi, Dennis tengah membantu orangtuanya mengevakuasi binatang di kebun binatang Feldman.