Breaking News:

Penyakit Hepatitis

Cara Mencegah Hepatitis Akut, Waspada 15 Suspek Sudah Terdeteksi di Indonesia

Menurut Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, kini tercatat 15 kasus dugaan atau suspek hepatitis akut di Tanah Air.

Editor: Lailatun Niqmah
Kompas.com/Nicholas Ryan Aditya
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Menurut Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, kini tercatat 15 kasus dugaan atau suspek hepatitis akut di Tanah Air, Senin (9/5/2022). 

"Kemungkinan besar adalah adenovirus strain 41, tapi ada juga banyak kasus yang tidak ada adenovirus strain 41 ini," kata Budi.

Lebih lanjut, hepatitis akut diduga masuk ke Indonesia setelah tiga anak dilaporkan meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit misterius ini.

Cara Mencegah Hepatitis Misterius

Budi meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan melakukan tindakan pencegahan, di antaranya dengan menjaga kebersihan diri.

Dikatakan Budi, virus yang menyebabkan hepatitis akut menular melalui makanan.

Untuk itu, Budi meminta masyarakat menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan demi memastikan makanan bersih dari paparan virus.

"Virus ini menularnya lewat asupan makanan yang lewat mulut, jadi kalau bisa rajin cuci tangan saja supaya kita pastikan yang masuk ke anak-anak kita, kan ini menyerang banyak di bawah 16 tahun lebih banyak lagi di bawah 5 tahun, itu bersih," kata Budi.

Gejala Hepatitis Akut

Secara umum gejala awal hepatitis akut adalah mual, muntah, sakit perut, diare, kadang disertai demam ringan.

Selanjutnya, gejala akan semakin berat, di antaranya air kencing menjadi berwarna pekat seperti teh dan buang air besar berwarna putih pucat.

Budi meminta agar para orang tua segera memeriksakan anak dengan gejala tersebut ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis awal.

"Kalau dia buang air besar dan kemudian mulai ada demam nah itu dicek SGPT- SGOT-nya. Kalau sudah di atas 100, lebih baik di-refer ke fasilitas kesehatan terdekat."

"SGPT-SGOT normalnya di level 30-an, kalau sudah naik agak tinggi sebaiknya di-refer ke fasilitas kesehatan terdekat," kata Budi.

Adenovirus

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved