Konflik Rusia Vs Ukraina
Ucap Siap Gunakan Nuklir? Ini Ancaman Terbaru Putin soal Konflik Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin kembali mengeluarkan ancaman terhadap konflik di Ukraina.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Pekan lalu, Lavrov mengatakan, Moskow berkomitmen untuk menghindari perang nuklir.
Pada Senin, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menulis di akun Twitternya, bahwa komentar terakhir Lavrov mengindikasikan bahwa Rusia telah kehilangan "harapan terakhirnya untuk menakut-nakuti dunia, agar tidak mendukung Ukraina".
"Dengan membicarakan bahaya 'nyata' dari Perang Dunia III, berarti Moskow merasakan kekalahan di Ukraina," cuitnya.
Baca juga: Rusia Sebut Potensi Perang Nuklir Terus Meningkat: Ada Banyak yang Menginginkannya
Eskalasi konflik Rusia dan Ukraina dipicu oleh kiriman persenjataan dari negara-negara Barat, yang tergabung dalam aliansi NATO, ke Ukraina.
Dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada Senin, Lavrov mengatakan: "Senjata-senjata ini akan menjadi target yang sah bagi militer Rusia yang bertindak dalam konteks operasi khusus."
Lavrov juga mengatakan kepada televisi pemerintah: "NATO, pada dasarnya, terlibat dalam perang dengan Rusia melalui proxy dan mempersenjatai proxy itu. Perang berarti perang."
Beberapa hari setelah invasi Rusia dimulai pada 24 Februari, Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan nuklirnya untuk bersiaga.
Amerika Serikat dan aliansinya di NATO mengatakan mereka tidak ingin melakukan intervensi militer secara langsung di Ukraina, demi mencegah risiko Perang Dunia III.
CIA Peringatkan Putin akan Gunakan Nuklir
CIA memperingatkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dapat segera menggunakan senjata nuklir.
Hal ini dipicu kekalahan pasukan Rusia yang terdesak hingga ke timur Ukraina.
Namun, badan intelejen Amerika Serikat itu mengatakan Putin hanya akan menggunakan senjata nuklir taktis atau semacamnya dengan daya ledak rendah.
Dilansir TribunWow.com dari The Moscow Times, Jumat (15/4/2022), kabar ini disampaikan direktur CIA William Burns, saat berpidato di Universitas Teknologi Georgia, Atlanta.
"Mengingat potensi keputusasaan Presiden Putin dan kepemimpinan Rusia, mengingat kemunduran yang mereka hadapi sejauh ini, secara militer, tidak ada dari kita yang dapat menganggap enteng ancaman yang ditimbulkan oleh potensi penggunaan senjata nuklir taktis atau senjata nuklir berdaya rendah, " kata Burns, Kamis (14/3/2022).
Sebelumnya, Kremlin sempat menyatakan pasukan nuklir Rusia dalam posisi siaga tinggi tak lama setelah serangan dimulai pada 24 Februari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2merujuk-ke-senjata-nuklir-pada-rabu-2742022.jpg)