Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Menlu Rusia Nilai Ukraina Terang-terangan Jadi Boneka NATO

Menlu Rusia mengatakan, saat ini Rusia sesungguhnya tidak hanya berperang dengan Ukraina saja tetapi juga berperang dengan negara-negara aliansi NATO.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
Dailymail
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (kiri) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan). Boris Johnson lakukan kunjungan mendadak ke Ukraina dan janjikan akan kirim persenjataan kembali. 

TRIBUNWOW.COM - Pemerintah Rusia menyebut pihaknya saat ini tidak hanya berperang melawan Ukraina.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, kini Rusia turut memerangi negara-negara Anggota NATO lewat Ukraina.

Lavrov menilai Ukraina telah menjadi negara 'boneka' yang dipersenjatai oleh NATO untuk berperang melawan Rusia.

Pidato Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ditonton oleh demonstran pro Ukraina di Tbilisi, Georgia 4 Maret 2022. Terbaru, pada Sabtu (5/2/2022), Zelensky meminya kepada masyarakat Ukraina untuk gantian melakukan serangan balik ke Rusia.
Pidato Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ditonton oleh demonstran pro Ukraina di Tbilisi, Georgia 4 Maret 2022. Terbaru, pada Sabtu (5/2/2022), Zelensky meminya kepada masyarakat Ukraina untuk gantian melakukan serangan balik ke Rusia. (YouTube The Straits Times)

Baca juga: Orangtuanya Hidup Menderita di Ukraina, sang Anak di Rusia Justru Tak Percaya

Baca juga: Akui Bantu Ukraina agar Rusia Semakin Lemah, Ternyata Ini Tujuan AS

Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, pernyataan ini disampaikan oleh Lavrov pada Senin (25/4/2022).

"Pada dasarnya NATO sedang berperang melawan Rusia melalui proksi dan kini mempersenjatai proksi tersebut (Ukraina)," ujar Lavrov.

Lavrov juga menyindir bagaimana Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky adalah seorang aktor yang handal.

Ia menyebut sebenarnya Ukraina tidak memiliki niat untuk menyelesaikan konflik lewat jalur negosiasi.

"Jika Anda melihat dan membaca dengan penuh perhatian tentang apa yang dia (Zelensky) katakan, Anda akan menemukan ribuan kontradiksi," ujar Lavrov.

Sebagai informasi, NATO merupakan aliansi militer yang dibentuk oleh Pakta Atlantik Utara (juga disebut Pakta Washington) pada tanggal 4 April 1949.

Pada awal berdirinya, NATO memiliki 12 anggota, termasuk Amerika Serikat (AS), Kanada, Inggris, dan Prancis.

Anggota NATO setuju untuk saling membantu jika terjadi serangan bersenjata terhadap salah satu negara anggota.

Tujuan awal NATO adalah untuk melawan ancaman ekspansi Soviet di Eropa setelah Perang Dunia II.

Sementara itu Turki mengatakan ada kecurigaan bahwa pihak-pihak tertentu mencari keuntungan dari konflik Rusia dan Ukraina.

Baca juga: Rusia Sebut Potensi Perang Nuklir Terus Meningkat: Ada Banyak yang Menginginkannya

Tanpa peduli kondisi Ukraina, negara yang disebut termasuk dalam sekutu NATO itu hanya ingin pelemahan Rusia.

Untuk itu, negara yang tak disebutkan namanya itu berusaha untuk memperpanjang jalannya perang.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyNATO
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved