Konflik Rusia Vs Ukraina
Datangi Putin ke Moskow, PBB Turun Tangan Langsung Atasi Konflik Rusia dan Ukraina
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, telah berada di Moskow, Selasa (26/4/2022).
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Ini dilakukan setelah sehari sebelumnya, Guterres menyerukan gencatan senjata empat hari selama Pekan Suci Kristen Ortodoks untuk memungkinkan evakuasi warga sipil dan pengiriman bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah yang terkena dampak parah.
"Kebutuhan kemanusiaan sangat mendesak. Orang-orang tidak memiliki makanan, air, persediaan untuk merawat yang sakit atau terluka atau hanya untuk hidup sehari-hari," kata Guterres di New York.
Diketahui, invasi Rusia pada 24 Februari ke Ukraina telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan lebih dari 12 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Sementara, sekitar lima juta penduduk telah meninggalkan Ukraina.
Sejak memulai apa yang disebutnya operasi khusus untuk demiliterisasi Ukraina, Rusia telah membom kota-kota Ukrana.
Puing-puing berserakan dan ratusan mayat sipil telah ditemukan di kota-kota setelah pasukan Rusia mundur dari daerah dekat Kyiv.
Moskow, yang pekan ini meluncurkan serangan skala penuh di timur Ukraina, membantah menargetkan warga sipil.
Tanpa memberikan bukti, Rusia menuding bahwa bukti-bukti kekejaman di Ukraina hanyalah rekayasa.
Baca juga: Rusia Tuding PBB Tidak Netral dalam Konflik di Ukraina: Benar-benar Sangat Jelas
Baca juga: Rusia Tanggapi Penangguhannya di Dewan HAM PBB, Wakil Putin Sebut akan Gunakan Segala Cara
Kata PBB soal Potensi Perang Nuklir
Sejumlah pihak semakin khawatir Rusia akan menggunakan senjata nuklir dalam konflik melawan Ukraina yang kini telah memasuki babak baru.
Ukraina dan Rusia telah mengumumkan babak baru perang akan dilakukan di daerah Donbass.
Terkait penggunaan senjata nuklir, pemerintah Rusia telah menyatakan sampai saat ini masih mempertimbangkan untuk menggunakan senjata konvensional.
Dikutip TribunWow.com dari rt.com, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyatakan tidak pernah terpikirkan akan terjadi perang nuklir di masa-masa sekarang ini.
Pernyataan ini disampaikan oleh Stephane Dujarric selaku juru bicara Sekjen PBB Antonio Guterres pada selasa (19/4/2022).
Seorang reporter menanyakan kepada Dujarric apakah PBB memilki persiapan tertentu apabila senjata nuklir dan kimia digunakan dalam konflik antara Rusia dan Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/antonio-guterres-pbb.jpg)