Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Jurnalis Rusia Dituding Sebarkan Hoaks untuk Provokasi Tentara Relawan Asal Inggris yang Ditangkap

Seorang jurnalis pro pemerintah Rusia dituduh menyebarkan informasi bohong untuk memanas-manasi tentara sukarelawan asal Inggris yang tertangkap.

Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TheSun.co.uk
Seorang sukarelawan tentara asal Inggris bernama Shaun Pinner (kanan) dipertontonkan ke publik lewat acara stasiun TV milik Rusia. 

Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada portal berita Ukrayinska Pravda, bahwa situasi di Mariupol sangat sulit.

"Tentara kami diblokir, yang terluka diblokir. Ada krisis kemanusiaan. Namun, orang-orang itu tetap mempertahankan diri," ujar Zelensky.

Ia pun menuduh Rusia mencoba memusnahkan penduduk kota dan mengancam akan menarik diri dari negosiasi perdamaian dengan Rusia jika pejuang Ukraina yang terperangkap di kota pelabuhan itu tewas.

Baca juga: Terungkap Sosok Istri Rusia yang Izinkan Suami Tentaranya Rudapaksa Wanita Ukraina

Baca juga: Rusia Peringatkan kalau Ukraina akan Bombardir Warga Sipilnya Sendiri di Tempat Ini

Rusia Sebut Ribuan Tentara Ukraina Menyerah

1.026 tentara dari Brigade Marinir ke-36 Ukraina, termasuk 162 perwira, dikabarkan telah menyerah.

Kementerian pertahanan Rusia mengatakan pada hari Rabu, (13/4/2022), bahwa para pasukan itu menyerah setelah terkepung di kota pelabuhan Mariupol.

Peristiwa ini diabadikan dan dibagikan dalam sebuah video yang disiarkan televisi Rusia.

Dikutip TribunWow.com dari Reuters, Kamis (14/4/2022), Mariupol, yang telah dikepung oleh pasukan Rusia selama berminggu-minggu, telah menjadi lokasi pertempuran paling sengit sejak Rusia menginvasi pada 24 Februari.

Namun televisi Rusia pada hari Rabu,menyatakan kota tersebut telah resmi jatuh ke tangan Moskow.

Disiarkan sebuah video yang dikatakan sebagai penyerahan diri pasukan Ukraina.

Dalam rekaman itu, orang-orang berseragam militer terlihat berjalan dengan tangan tanpa senjata di sepanjang jalan yang ditumbuhi rumput dan pepohonan.

Mereka mendekat menuju tentara bertopeng yang menggendong senapan serbu.

Dalam video tersebut, empat marinir berjalan menjauh dari bangunan industri yang rusak membawa orang yang terluka di atas tandu.

Satu orang membawa bendera putih, sementara orang-orang yang terluka dimasukkan ke dalam bus kuning.

"Anda mungkin takut atau tidak, tetapi tetap harus menyerah. Pilihannya tidak besar. Pertama, pengepungan cukup ketat. Kedua, setidaknya ada lima eselon (pasukan), jadi tidak semudah itu untuk keluar jika seseorang berpikir bahwa dia dapat dengan mudah pergi," kata seorang tentara Rusia yang tidak disebutkan namanya.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr ZelenskyJurnalisHoaksInggris
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved