Breaking News:

Terkini Daerah

Fakta Ketua Pemuda Pancasila Medan Area Culik dan Siksa Satu Keluarga, Sempat Kabur setelah Beraksi

Sejumlah anggota organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) berbaju loreng oranye cokelat hitam menculik dan menyiksa satu keluarga di Kota Medan.  

Editor: Atri Wahyu Mukti
Tribun Lampung/Deni Saputra
Ilustrasi pelaku penculikan. Setelah kabur ke Aceh, Ketua Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC PP) Kecamatan Medan Area, Rahmadsyah Putra Tarigan alias Joko atau J, akhirnya ditangkap polisi, terkait kasus penculikan dan penyiksaan satu keluarga di Medan. 

TRIBUNWOW.COM - Setelah kabur ke Aceh, Ketua Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC PP) Kecamatan Medan Area, Rahmadsyah Putra Tarigan alias Joko atau J, akhirnya ditangkap polisi.

Diketahui, Rahmadsyah Putra Tarigan ditangkap terkait kasus penculikan dan penyiksaan terhadap satu keluarga di Medan, Sumatera Utara.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol M Firdaus, pelaku yang sudah ditetapkan tersangka diciduk  pada Selasa (12/4/2022) dini hari.

Baca juga: Tak Jadi Tersangka, Nama Budi Purwanto Telanjur Tercemar Dituding Ikut Keroyok Ade Armando

"Iya, benar sudah ditangkap. Ditangkap di Aceh tadi pagi pukul 02.30 WIB," kata Firdaus kepada Tribun-medan.com, Selasa (12/4/2022).

Ia mengatakan, saat ini petugas sedang membawa pelaku ke Polrestabes Medan agar ditahan.

"Diduga pelaku melarikan diri. Besok baru ditahan," sebutnya.

Diketahui, sebelumnya sejumlah anggota organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) berbaju loreng oranye cokelat hitam menculik dan menyiksa satu keluarga di Kota Medan.  

Adapun korban keganasan OKP ini yakni Fadli Setiawan (30), warga Jalan Sutrisno, Kecamatan Medan Area.

Saat membuat laporan ke Polrestabes Medan, Fadli mengatakan bahwa kasus penganiayaan dan penyiksaan yang dialami keluarganya ketika ayahnya bernama Yuliadi (51) bertengkar dengan keluarga OKP bernama Novi.

Kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (31/3/2022) sore.

"Jadi aku sedang bekerja sebagai teknisi handphone, rupanya ada ribut ribut. Jadi aku sama adik ipar (Indra Sembiring) dan orang yang ada di sana melerai," kata Fadli, Rabu (6/4/2022).

Saat itu, Fadli mengaku tidak tahu bahwa yang ribut kala itu adalah ayahnya dengan seorang wanita bernama Novi. 

"Yang ku dengar, awalnya ayah ku mau keluar dari parkiran, rupanya si Novi di atas motor, tidak tahu apa sebabnya mereka ribut dan bertengkar," ujar Fadli. 

Tak lama usai keributan, puluhan orang menggunakan seragam loreng oranye cokelat hitam menjemput Fadli dan adik iparnya bernama Indra Sembiring dari tempat kerja. 

"Dua puluh menit selesai kejadian, mereka datang membawa aku dan adik ipar ku. Kami dibawa ke kantor mereka di Medan Area. Di sana aku dipaksa jadi saksi keributan itu. Dipukul, ditendang, dicekik dan diludahi juga sama mereka," kata dia. 

Baca juga: Ade Armando Alami Pendarahan Otak, Kerabat Ungkap Kondisi Terkini: Sekarang Kesakitan

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Tags:
Pemuda PancasilaMedanPenculikanPolisi
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved