Konflik Rusia Vs Ukraina
Rusia Klaim Serang Ukraina Justru untuk Cegah Bencana Nuklir dan Perang Dunia Ketiga
Rusia menekankan bahwa operasi khusus Rusia di Ukraina bertujuan untuk mencegah perang nuklir.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Rusia menekankan bahwa operasi khusus Rusia di Ukraina bertujuan untuk mencegah perang nuklir.
Pasalnya keinginan Ukraina bergabung dengan NATO, jsutru dapat memicu perang negara-negara dunia.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga mengatakan pihaknya ingin segera mengakhiri agresi yang disebutnya sebagai operasi militer tersebut.
Baca juga: 5 Kesaksian Warga soal Pembantaian di Bucha, Minta Dibunuh Tentara Rusia hingga Pengumpul Mayat
Baca juga: Pentagon Yakin Ukraina Bisa Menang Perang Lawan Rusia, Klaim Pencapaian Putin Masih Nol
Dilansir TribunWow.com dari TASS, Jumat (8/4/2022), Peskov memberikan pernyataan tersebut saat diwawancara kantor berita Sky News dua hari lalu.
Menurut Peskov, keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin menginvasi Ukraina adalah demi jaminan keamanan Rusia.
Pasalnya, jika Ukraina bergabung dengan NATO, ada indikasi negara tersebut merebut Krimea yang kini di bawah kontrol Rusia.
"Seluruh cerita ini adalah tentang masa depan. Ini tentang menjamin masa depan kita," kata Peskov.
"Bayangkan situasi ketika seorang anggota NATO, misalnya Ukraina, berpikir untuk mengembalikan Krimea dan menyerang Rusia."
"Ukraina menyerang Krimea Rusia dan menggunakan Pasal 5 Piagam NATO, di mana negara-negara NATO , yang memiliki nuklir, harus membela Ukraina."
Keterlibatan negara-negara NATO tersebut diklaim akan memicu terjadinya perang dunia ketiga.
Mengingat selain Rusia dan Ukraina, negara anggota NATO juga diketahui memiliki kekuatan nuklir.
"Konflik ini pasti (membesar-red) menjadi perang dunia ketiga. Dan apa yang sedang dilakukan adalah menyelamatkan Rusia dari potensi ancaman perang semacam itu," terang Peskov.
Peskov juga memandang negatif rencana pendaftaran Finlandia dan Swedia di NATO sebagai ancaman eksistensial.
Dia juga menampik kata-kata itu dapat digunakan untuk menggambarkan sanksi Barat terhadap Rusia.
Di sisi lain, pemerintah Rusia berharap operasi khusus di Ukraina akan selesai dalam waktu dekat, baik melalui negosiasi atau dengan cara militer.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/presiden-rusia-vladimir-putin-depan-didampingi-juru-bicaranya-dmitry-peskov.jpg)