Konflik Rusia Vs Ukraina
Dirudapaksa 12 Jam oleh Sejumlah Tentara Rusia, Ibu 4 Anak di Ukraina Menangis Memilih Mati
Seorang ibu empat anak di Ukraina telah menjadi korban rudapaksa tentara Rusia selama lebih dari 12 jam pada pada Minggu (3/4/2022).
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Tiffany Marantika Dewi
Lewat akun Facebooknya, Venediktova memastikan akan menangkap seluruh penjahat di dalam konflik Rusia-Ukraina.
"Mari temukan seluruh penjahat dan buat mereka bertanggungjawab melalui hukum yang tegas," ujarnya.
Sementara itu, tentara Rusia disebut telah melakukan tindakan asusila kepada para wanita yang tinggal di kota-kota yang sedang dikepung pasukan militer Rusia.
Kota-kota tersebut di antaranya adalah Irpin dan Kherson.
Selain melakukan tindakan asusila, para tentara Rusia juga dituduh telah melakukan tindakan keji lainnya seperti membantai warga sipil dan mengusir warga yang sedang mengungsi.
Dikutip TribunWow.com dari Thesun.co.uk, informasi ini disampaikan oleh sejumlah warga Ukraina dan anggota parlemen Ukraina.
Lesia Vasylenko selaku anggota Parlemen Ukraina menyampaikan banyak wanita lansia menjadi target tindakan asusila yang dilakukan oleh para tentara Rusia.
"Ketika Putin tidak berhasil merebut Ukraina dan Kyiv dalam waktu tiga hari seperti yang ia perkirakan, dia (Putin) merubah strateginya untuk mengincar wanita dan anak-anak," ujar Vasylenko.
Vasylenko menyampaikan, kejadian ini terjadi di sejumlah kota yang menerima serangan paling parah oleh Rusia.
Mayoritas wanita yang menjadi korban rudapaksa adalah para wanita lanjut usia (lansia) yang tidak bisa kabur dari tempat tinggal mereka.
"Sebagian dari wanita tersebut, kami mendapat laporan mereka telah dibunuh setelah dirudapaksa atau mereka telah mengakhiri hidup mereka sendiri," ungkap Vasylenko.
Seorang warga Kherson bernama Svetlana Zorina (27) mengaku kota tempatnya tinggal sudah tak lagi aman sebab para wanita di sana kini diincar oleh tentara Rusia.
"Ada sebuah informasi dari seseorang yang saya kenal mengetahui ada seorang gadis berusia 17 tahun dirudapaksa dan kemudian mereka (tentara Rusia) membunuhnya," ujar Zorina. (TribunWow.com/Via/Anung)
Berita terkait Konflik Rusia Vs Ukraina