Konflik Rusia Vs Ukraina
Ada Jurnalis Curiga Video Pembantaian Warga Bucha Hanya Akal-akalan Ukraina untuk Libatkan AS
Jurnalis asal Amerika Serikat mencurigai video pembantaian warga sipil di Bucha merupakan taktik Ukraina untuk melibatkan.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Michael Tracey, seorang jurnalis asal Amerika Serikat (AS) mengungkapkan kecurigaan soal viralnya video pembantaian warga sipil di Kota Bucha.
Seperti yang diketahui, pemerintah Ukraina mengklaim sejumlah mayat manusia yang ditemukan di jalan adalah warga sipil korban serangan pasukan militer Rusia.
Namun Tracey menduga pemerintah Ukraina memiliki tujuan tersembunyi terkait aksinya menyebarkan video tersebut.
Baca juga: Sindir Media Barat soal Berita Rusia Bantai Warga Sipil, Eks Inspektur PBB Minta Ukraina Beri Bukti
Baca juga: Bantah Bantai Warga Sipil Ukraina, Rusia Soroti Keanehan Mayat-mayat di Bucha: Belum Kaku
Dikutip TribunWow.com dari Tass.com, Tracey yang juga seorang komentator politik menyoroti bagaimana media-media barat dengan senang hati memberitakan video pembantaian warga di Bucha tanpa proses verifkasi terlebih dahulu.
"Mereka mengabaikan semua standar jurnalistik untuk membantu upaya propaganda dari sebuah pemerintahan negara asing," ungkap Tracey.
Tracey menduga pemerintah Ukraina ingin pasukan militer AS dan NATO untuk terlibat dalam konflik melawan Rusia.
Tracey menyampaikan bagaimana video ini disebarkan dengan tujuan untuk memancing emosi agar publik bersimpati terhadap Ukraina.
Menurut pihak Rusia, penembakan pada warga sipil dan kehancuran kota justru disebabkan tentara Ukraina sendiri.
Dilansir TribunWow.com dari TASS, Senin (4/4/2022), Rusia mengklaim tidak ada korban sipil yang dilaporkan di kota Bucha ketika kota itu dikendalikan oleh Angkatan Bersenjatanya.
Namun Duta Besar Rusia untuk Washington Anatoly Antonov menuding media AS mengabaikan penembakan yang dilakukan militer Ukraina di kota itu.
Ia pun terang-terangan membantah tudingan bahwa Rusia telah melakukan kejahatan perang pada warga sipil di Bucha.
"Kementerian Pertahanan Rusia telah sepenuhnya menolak tuduhan palsu ini," ujar Antonov saat diwawancarai Newsweek.
Menurut Antonov, pasukan Rusia sudah seminggu meninggalkan Bucha.
Selama itu, pasukan Ukraina disebut sudah mengetahui kondisi di Bucha dan memilih diam.
Namun belakangan potret mengenaskan di wilayah itu justru digunakan untuk menyalahkan Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/5-para-mayat-terse2eh-pasukan-militer-rusia.jpg)