Breaking News:

Konflik Rusia Vs Ukraina

Percakapan Komandan Rusia Bocor, Terungkap Adanya Perpecahan di Badan Militer Putin

Sebuah rekaman suara beredar memperdengarkan seorang komandan Rusia yang sedang memarahi bawahannya.

Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
Capture YouTube news.com.au
Ilustrasi tentara Rusia. Rekaman percakapan komandan Rusia dan bawahannya bocor, Kamis (31/3/2022). 

TRIBUNWOW.COM - Sebuah rekaman suara beredar memperdengarkan seorang komandan Rusia yang sedang memarahi bawahannya.

Komandan tersebut mengancam serta mencap prajuritnya sebagai pengecut dan pengkhianat.

Ia juga sempat membeberkan sejumlah fakta penting, termasuk keterlibatan FSB dan jumlah prajurit Rusia yang terluka.

Hal ini menjadi bukti adanya disintegrasi dalam kelompok militer Presiden Rusia Vladimir Putin dalam invasi ke Ukraina.

Sebuah foto menampilkan kendaraan militer milik Rusia hancur seusai pertempuran di Kharkiv, Ukraina pada 28 Februari 2022.
Sebuah foto menampilkan kendaraan militer milik Rusia hancur seusai pertempuran di Kharkiv, Ukraina pada 28 Februari 2022. (AFP)

Baca juga: Biden Komentari Janji Putin Tarik Pasukan Militer Rusia dari Ukraina: Tidak Ada Bukti

Baca juga: Tentara Rusia Disebut Kalah dan Lelah, Inggris Sebut Putin bagaikan Orang di Dalam Kurungan

Dilansir TribunWow.com dari Daily Mail, Kamis (31/3/2022), rekaman suara itu disebut berasal dari komandan Kementerian Dalam Negeri Siberia yang tampaknya mengecam pembangkangan pasukannya.

Ia terdengar marah dan menyinggung tentang insiden lain di mana 11 pasukan elit dari wilayah Siberia, Khakassia, menolak untuk berperang.

"Mereka semua telah dipecat," kata komandan tersebut.

"Bagaimana seorang pria SOBR [unit komando], seorang profesional, dapat keluar dari medan perang?"

Rupanya, komandan tersebut murka pada para prajuritnya yang menolak berperang di Ukraina.

Ia menyebut pasukan yang ingin berhenti itu sebagai pengkhianat.

"Bagaimana Anda berniat untuk hidup setelah itu? Dalam dua atau tiga minggu, omong kosong ini akan berakhir. Bagaimana Anda akan hidup setelah itu?," seru sang komandan.

"Saya tidak berpikir seorang perwira memiliki hak untuk keluar dari medan perang."

"Anda praktis telah menempuh jalan kriminalitas dan pengkhianatan. Saya tidak tahu apa yang lebih buruk."

Kemudian, komandan itu memberi mereka tiga hari untuk berubah pikiran.

"Dalam tiga hari lagi kami akan mengadakan pertemuan lain, dan jika anda mengisi laporan untuk berhenti - itu berarti anda telah melaporkan bahwa anda berhenti, keluar, berakhir," kata komandan tersebut.

Halaman 1/3
Tags:
Konflik Rusia Vs UkrainaRusiaUkrainaVladimir PutinVolodymyr Zelensky
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved