Konflik Rusia Vs Ukraina
Nasib Warga Pro Ukraina di Rusia, Diteror Pakai Potongan Kepala Babi hingga Kotoran Hewan
Berani menentang aksi Putin melakukan invasi ke Ukraina, sejumlah tokoh di Rusia menjadi korban vandalisme dan teror.
Penulis: anung aulia malik
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Tidak seluruh masyarakat Rusia setuju atau mendukung aksi Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan invasi ke Ukraina.
Sejumlah aktivis hingga jurnalis di Rusia berani menyatakan pendapat pro Ukraina yang berbeda dengan masyarakat mayoritas serta pemerintah.
Para aktivis dan tokoh-tokoh yang pro Ukraina ini kini menjadi target teror dan vandalisme orang tak dikenal.
Baca juga: Beredar Video Tentara Rusia Disiksa, Kaki Ditembak dari Dekat hingga Tewas saat Diinterogasi
Baca juga: Ekspresi Dingin dan Datar Tentara Rusia saat Terima Pujian dan Medali terkait Jasa Invasi di Ukraina
Dikutip TribunWow.com dari bbc.com, teror yang dialami oleh para aktivis beragam.
Kasus paling ekstrem diketahui seorang jurnalis pro Ukraina menemukan sebuah potongan kepala babi di depan pintu rumahnya.
Babi tersebut tampak menggunakan sebuah wig rambut.
Ada juga tokoh yang menjadi korban vandalisme yakni pintu apartemen miliknya ditempeli stiker bertuliskan 'pengkhianat'.
Sementara itu, seorang aktivis politik bernama Darya Kheikinen menemukan tumpukan kotoran hewan di keset depan rumahnya.
Ditemukan juga beberapa kertas bertuliskan pengkhianat.
"Ini mungkin terjadi karena pernyataan saya yang anti perang dan oposisi," ungkap Kheikinen.
Kheikinen mengaku tidak tahu siapa orang di balik teror tersebut.
Alih-alih merasa takut, Kheikinen justru merasa terhibur.
"Bayangkan seseorang membawa karung berisi kotoran hewan naik tangga hingga ke lantai 11 dan melakukannya dua malam berturut-turut," ujar Kheikinen.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan tindakan represif untuk mengatasi berkembangnya sentimen anti-perang yang digaungkan warganya sendiri.
Ia menyerukan istilah 'pemurnian diri' untuk membersihkan negaranya dari siapa pun yang mempertanyakan keputusan pemerintah untuk menginvasi Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/2diteror-pakai-kotoran-hewan-gara-gara-menentang-perang.jpg)