Konflik Rusia Vs Ukraina
Saksi Mata Sejarah PD II Asal Ukraina Tewas, Selamat dari Pembantaian Nazi, Gugur di Tangan Rusia
Boris Romantschenko (96 tahun), tewas saat Rusia menembaki blok apartemennya pada Jumat, (18/3/2022), di Kharkiv, Ukraina.
Penulis: Noviana Primaresti
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Boris Romantschenko (96 tahun), tewas saat Rusia menembaki blok apartemennya pada Jumat, (18/3/2022), di Kharkiv, Ukraina.
Ia diketahui merupakan seorang saksi mata sejarah perang dunia kedua yang berhasil selamat berkali-kali dari cengkeraman Nazi.
Kepergian Romantschenko sangat disayangkan oleh yayasan Peringatan Buchenwald dan Mittelbau-Dora yang dikepalainya.
Pasalnya, kakek tersebut adalah sosok terakhir yang mengalami sendiri kejamnya sejumlah kamp konsentrasi Adolf Hitler.

Baca juga: Soroti Luka dan Trauma Bocah Korban Perang, Dokter di Ukraina: Saya Benci Rusia
Baca juga: Video Ledakan Dahsyat Misil Rusia Hancurkan Kota Kharkiv, Pakar: Putin Perang Total dengan Ukraina
Dilansir TribunWow.com dari BBC, Selasa (22/3/2022), pasukan Rusia tanpa henti menembaki Kharkiv, yang terletak hanya 30 mil (50 km) dari perbatasannya, selama lebih dari tiga minggu.
Sedikitnya 500 warga sipil kini tewas di sana, sementara polisi mengatakan salah satu korban telah diidentifikasi sebagai anak laki-laki berusia sembilan tahun.
Adapun berita kematian Romantschenko diumumkan oleh Yayasan Peringatan Buchenwald dan Mittelbau-Dora di mana ia menjadi wakil presidennya.
Pengurus yayasan pun mengaku sangat terganggu setelah mendengar kematian Romantschenko dari keluarganya.
Pihaknya mengatakan Romantschenko telah bekerja keras untuk mengenang kejahatan Nazi.
"Kami berduka atas kehilangan seorang teman dekat. Kami berharap putra dan cucunya, yang membawakan berita sedih kepada kami, banyak kekuatan di masa-masa sulit ini," tambah pernyataan yayasan itu.
Romantschenko lahir di kota timur laut Bondari pada 20 Januari 1926.
Dia ditangkap oleh pasukan Nazi setelah invasi ke Uni Soviet dan dideportasi ke Jerman pada tahun 1942, di mana dia dipaksa untuk melakukan kerja paksa.
Setelah upaya melarikan diri yang gagal pada tahun 1943, ia dikirim ke kamp konsentrasi Buchenwald, tempat sekitar 56.545 orang dibunuh.
Ia kemudian mendapatkan kebebasan pada tahun 1945 setelah diselamatkan pasukan sekutu.
Romantschenko juga menghabiskan waktu di subkamp Mittelbau-Dora, serta kamp Bergen Belsen dan Peenemünde yang terkenal.